Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL, Dokter Ungkap Faktor Penyebabnya

  • 18 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Cedera anterior cruciate ligament (ACL) tidak hanya mengancam atlet profesional, tetapi juga dapat dialami siapa saja yang aktif berolahraga. Namun, perempuan diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera pada ligamen lutut tersebut dibandingkan laki-laki.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Christian Silas, Sp.OT, (K) AIFO-K, mengatakan salah satu faktor yang membuat perempuan lebih rentan mengalami cedera ACL adalah perbedaan anatomi tubuh.

“Wanita memiliki risiko lebih tinggi karena dari segi anatomi memang wanita ada perbedaan, seperti panggulnya lebih lebar, kakinya lebih lebar,” ujar dr. Silas dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

ACL merupakan salah satu ligamen penting yang berfungsi menjaga stabilitas lutut sekaligus membantu mengontrol pergerakan, terutama saat tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan perubahan arah atau tumpuan.

Menurut dr. Silas, cedera ACL dapat terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba, pendaratan yang salah setelah melompat, berhenti mendadak ketika berlari cepat, maupun benturan atau tabrakan.

“Cedera ACL ini terjadi karena ada satu gerakan memutar lutut yang tiba-tiba, pendaratan yang salah saat melompat, berhenti mendadak saat lari cepat, atau bisa karena tabrakan,” jelasnya.

Cedera tersebut tidak selalu disebabkan oleh kontak fisik. Gerakan tubuh sendiri ketika berolahraga juga dapat memberikan tekanan berlebihan pada lutut, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.

Selain faktor anatomi, kurangnya pemanasan sebelum berolahraga juga dapat meningkatkan risiko cedera. Otot yang belum siap menghadapi aktivitas dengan intensitas tinggi akan lebih sulit mendukung gerakan tubuh secara optimal.

Dr. Silas menjelaskan, benturan langsung, kelenturan otot akibat kurang pemanasan, serta faktor anatomi tubuh dapat menjadi pemicu ligamen mengalami kerusakan hingga putus.

Meski faktor anatomi tidak dapat diubah, risiko cedera ACL tetap dapat ditekan melalui persiapan olahraga yang baik. Perempuan yang aktif melakukan olahraga dengan gerakan melompat, berlari, berhenti mendadak, maupun berpindah arah perlu memperhatikan teknik gerakan.

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah mengikuti program latihan khusus melalui fisioterapi. Program tersebut dapat membantu melatih teknik mendarat, berlari, berhenti, hingga mengendalikan gerakan tubuh dengan lebih aman.

“Ada program untuk pencegahan cedera ACL pada perempuan, misalnya bisa ikut fisioterapi. Di sana wanita akan dilatih gerakan-gerakan yang lebih aman, cara mendaratnya, cara lari dan stop-nya bagaimana,” kata dr. Silas.

Karena itu, pemanasan, latihan kekuatan, serta penerapan teknik gerakan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan lutut. Dengan memahami faktor risiko dan mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga, perempuan tetap dapat aktif bergerak sekaligus mengurangi kemungkinan mengalami cedera ACL.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....