Lima Permasalahan Kaki yang Sering Dialami Masyarakat Indonesia saat Beraktivit
- 08 Agt 2026 21:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Berjalan, berlari, hingga berolahraga membuat kaki terus bekerja dan menerima beban tubuh.
Namun, penggunaan kaki secara terus-menerus juga dapat memicu berbagai gangguan. Keluhan tersebut dapat muncul akibat bentuk kaki, aktivitas fisik berlebihan, cedera olahraga, maupun perubahan kondisi kaki seiring bertambahnya usia.
Dokter Spesialis Orthopedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot & Ankle) Siloam Hospitals Mampang, dr. Astuti Pitarini, mengatakan keluhan kaki yang ditemui dalam praktik sehari-hari cukup beragam.
Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Konsultan Siloam Hospitals Mampang, dr. Antonius Andi Kurniawan, menyebut gangguan kaki yang berkaitan dengan aktivitas olahraga juga semakin banyak ditemukan. Kondisi tersebut salah satunya seiring meningkatnya popularitas olahraga padel.
Salah satu keluhan yang paling sering dialami masyarakat adalah kaki mudah pegal atau cepat lelah setelah beraktivitas. Menurut dr. Astuti, kondisi tersebut kerap berkaitan dengan bentuk telapak kaki yang datar atau flat feet.
Meski demikian, tidak semua kondisi flat feet merupakan gangguan. Pada sebagian orang, telapak kaki yang datar masih tergolong fisiologis dan tidak menimbulkan masalah. Namun, pada kondisi tertentu, distribusi beban tubuh yang kurang optimal dapat membuat kaki lebih cepat lelah.
Permasalahan berikutnya adalah cedera olahraga. Pergelangan kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami cedera, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas yang melibatkan perubahan arah, lompatan, atau gerakan secara berulang.
Dr. Astuti menyebut tiga cedera yang cukup sering ditemukan, yakni ankle sprain atau keseleo pergelangan kaki, cedera tendon Achilles, serta patah tulang atau fracture.
Menurut dr. Antonius, jenis cedera juga dapat berbeda berdasarkan olahraga yang dilakukan. Pelari dan pemain basket lebih banyak mengalami cedera pada bagian tungkai bawah, sementara olahraga padel dapat menyebabkan cedera pada bagian tubuh atas maupun bawah.
Penggunaan kaki secara berlebihan atau overuse juga menjadi salah satu penyebab gangguan. Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi dapat memberikan beban berulang pada jaringan kaki dan meningkatkan risiko cedera.
Salah satu gangguan yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah plantar fasciitis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plantar fascia di telapak kaki mengalami iritasi atau peradangan sehingga menimbulkan rasa nyeri, terutama ketika kaki pertama kali digunakan setelah beristirahat.
Selain itu, flat feet juga cukup banyak ditemukan pada orang yang rutin melakukan aktivitas olahraga, termasuk pelari dan pemain padel. Bentuk telapak kaki yang datar dapat memengaruhi pola pijakan dan distribusi beban ketika seseorang bergerak.
Permasalahan lainnya adalah kelainan bentuk kaki yang dapat berkembang seiring bertambahnya usia. Kondisi ini tidak selalu merupakan kelainan bawaan, tetapi dapat muncul atau memburuk secara bertahap.
Dr. Astuti menjelaskan, perubahan tersebut dapat berupa flat feet yang semakin progresif hingga kelainan bentuk jari kaki. Salah satu kelainan jari kaki yang umum ditemukan adalah bunion.
Masyarakat disarankan tidak mengabaikan keluhan kaki yang muncul berulang, terutama apabila disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan dan penanganan sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan sekaligus mencegah gangguan berkembang menjadi lebih berat. Dengan demikian, fungsi kaki dapat tetap terjaga untuk mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....