Dokter Jelaskan Penyebab Floaters Bukan karena Gadget Semata
- 31 Jul 2026 17:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Munculnya bintik hitam, benang, atau bayangan menyerupai jaring laba-laba yang tampak melayang saat melihat sering membuat seseorang khawatir. Banyak yang mengaitkan kondisi tersebut dengan kebiasaan menatap layar ponsel atau komputer terlalu lama. Namun, anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya benar.
Dokter spesialis mata sekaligus dosen IPB University, dr. Drasthya Zarisha, SpM, menjelaskan bahwa floaters umumnya terjadi akibat perubahan pada gel vitreous, yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar rongga bola mata. Dilansir dari Kompas Health, perubahan tersebut merupakan proses alami yang sering terjadi seiring bertambahnya usia.
Menurut dr. Drasthya, floaters muncul karena adanya kumpulan serabut kolagen mikroskopis di dalam gel vitreous. Serabut-serabut tersebut membentuk bayangan pada retina sehingga terlihat seperti titik hitam, benang, atau jaring laba-laba yang bergerak mengikuti arah pandangan.
Pada sebagian besar kasus, kondisi ini bukan merupakan penyakit berbahaya, melainkan bagian dari proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, gel vitreous mengalami pencairan dan penyusutan sehingga bayangan lebih mudah terlihat ketika mata bergerak.
Selain faktor usia, floaters juga dapat dipicu oleh kondisi lain, seperti trauma pada mata, perdarahan di dalam gel vitreous, maupun gangguan pada retina. Dalam kondisi tertentu, penyebab tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter spesialis mata.
Sementara itu, penggunaan gadget dalam waktu lama memang dapat menyebabkan mata lelah, tetapi tidak menjadi penyebab langsung munculnya floaters. Mata yang lelah justru membuat seseorang lebih menyadari keberadaan floaters yang sebelumnya mungkin sudah ada tanpa disadari.
Meski demikian, masyarakat perlu waspada apabila floaters muncul secara tiba-tiba, jumlahnya bertambah banyak dalam waktu singkat, atau disertai kilatan cahaya di tepi penglihatan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang memerlukan penanganan medis segera.
Dr. Drasthya juga menyebutkan bahwa risiko mengalami floaters lebih tinggi pada lansia, penderita rabun jauh dengan minus tinggi, orang yang pernah menjalani operasi mata, serta mereka yang memiliki riwayat gangguan retina dalam keluarga. Karena itu, pemeriksaan mata sejak dini sangat dianjurkan apabila muncul gejala yang tidak biasa, agar gangguan pada retina dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....