Gizi Buruk di SBB Capai 6,8 Persen, Dinkes Intensifkan Pelacakan dan Intervensi Dini

  • 30 Jul 2026 07:07 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mencatat prevalensi severe wasting atau balita dengan kondisi gizi buruk kategori sangat kurus sebesar 6,8 persen. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua di Provinsi Maluku.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten SBB memperkuat langkah penanganan gizi buruk melalui intervensi yang lebih cepat dan terukur. Fokus utama diarahkan pada deteksi dini serta pemenuhan gizi bagi balita yang berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan mengatakan pemerintah daerah telah mengoptimalkan pelacakan kasus hingga ke tingkat desa. Intervensi dini juga terus dilakukan melalui pelayanan Puskesmas dan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

Menurut Gariman, penanganan severe wasting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar hasilnya lebih efektif. Karena itu, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan OPD terkait dalam pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat.

Salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokus pelaksanaan intervensi adalah Kecamatan Seram Barat. Di wilayah tersebut, petugas kesehatan aktif melakukan pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga mengenai pemenuhan gizi seimbang.

“Fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas dan Posyandu di setiap desa dioptimalkan sebagai garda terdepan untuk pelacakan, pemantauan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya penguatan pelayanan kesehatan dasar, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan kesadaran masyarakat dapat menurunkan angka severe wasting secara bertahap. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemkab dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....