Stunting di SBB Capai 33,8 Persen, Pemkab Optimalkan Intervensi

  • 30 Jul 2026 07:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Prevalensi stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mencapai 33,8 persen berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Angka tersebut menempatkan SBB pada peringkat keempat tertinggi dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Selain berada di atas rata-rata Provinsi Maluku yang mencapai 29,4 persen, prevalensi stunting di SBB juga masih melampaui angka nasional yang tercatat 19,8 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten SBB dalam mempercepat upaya penurunan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan mengatakan hasil SSGI menjadi dasar evaluasi sekaligus penyusunan strategi penanganan stunting di daerah. Menurutnya, pengukuran status gizi dilakukan secara komprehensif melalui 92 indikator.

“Karena data SSGI 2024 ini dirilis nasional pada 2025, Pemkab SBB langsung merespons cepat dengan langkah-langkah strategis di lapangan untuk menekan angka tersebut," kata Kadis Gariman Kurniawan.

Ia menjelaskan penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Optimalisasi pelayanan Puskesmas, Posyandu, serta penguatan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus dilakukan untuk mencegah lahirnya kasus baru.

Pemerintah Kabupaten SBB optimis, prevalensi stunting dapat ditekan secara bertahap melalui intervensi preventif, edukasi gizi, dan keterlibatan aktif masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

“Tindakan preventif sudah dan sedang kita jalankan dan terus dioptimalkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....