Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Konsumsi Protein Berlebihan Bagi Kesehatan
- 26 Jul 2026 21:22 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Protein selama ini dikenal sebagai nutrisi penting yang berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Tak heran jika banyak orang, terutama yang aktif berolahraga atau sedang membentuk massa otot, sengaja meningkatkan asupan protein melalui makanan maupun suplemen.
Namun, di balik manfaatnya, konsumsi protein secara berlebihan ternyata tidak selalu memberikan dampak positif. Dilansir dari Kompas Health, para ahli gizi mengingatkan bahwa kebutuhan protein setiap orang berbeda sehingga asupannya harus disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Chief Dietitian Clinical & Oncology Nutrition KIMS Hospitals Electronic City Bengaluru, Chitra B K, menjelaskan bahwa protein memiliki peran penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh, memproduksi hormon, memperbaiki jaringan, serta menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, protein dapat memberikan beban tambahan pada beberapa organ.
Salah satu organ yang paling terdampak adalah ginjal. Saat tubuh mencerna protein, akan dihasilkan zat sisa metabolisme yang harus disaring dan dikeluarkan melalui ginjal. Semakin tinggi konsumsi protein, semakin berat pula kerja ginjal. Pada orang yang memiliki fungsi ginjal normal kondisi ini umumnya masih dapat ditoleransi, tetapi bagi penderita penyakit ginjal, kelebihan protein berisiko mempercepat penurunan fungsi organ tersebut.
Selain ginjal, pola makan tinggi protein juga dapat memicu gangguan pencernaan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengurangi konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian yang kaya serat. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami sembelit, perut kembung, terganggunya keseimbangan bakteri baik di usus, hingga dehidrasi jika asupan cairan tidak mencukupi.
Para ahli juga menekankan pentingnya memilih sumber protein yang sehat. Protein sebaiknya diperoleh dari berbagai sumber seperti ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, serta daging tanpa lemak. Sebaliknya, konsumsi daging olahan dan daging berlemak secara berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan natrium yang berisiko terhadap kesehatan jantung.
Penelitian yang dipublikasikan dalam ISRN Nutrition menyebutkan bahwa kebutuhan protein orang dewasa sehat umumnya sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Konsumsi protein yang jauh melebihi kebutuhan dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya pembuangan kalsium melalui urine, yang berpotensi memengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.
Selain itu, pola makan tinggi protein yang didominasi daging merah juga dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker lambung, dan kanker payudara. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi protein berlebihan dengan gangguan fungsi hati serta meningkatnya risiko penyakit jantung koroner akibat penumpukan lemak dan peradangan.
Karena itu, para ahli mengingatkan bahwa protein tetap merupakan nutrisi penting, tetapi konsumsinya harus sesuai kebutuhan tubuh. Mengutamakan pola makan seimbang dengan protein, serat, dan cairan yang cukup dinilai menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan sekaligus memperoleh manfaat optimal dari nutrisi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....