Penyakit Komorbid Perparah Risiko Komplikasi Demam Dengue pada Dewasa

  • 29 Jun 2026 06:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Demam dengue tidak hanya mengancam kesehatan anak-anak, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi serius pada orang dewasa, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara menyeluruh.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, Sp.A., Subsp.T.K.P.S(K), mengatakan gambaran klinis demam dengue sangat beragam, mulai dari tanpa gejala hingga berkembang menjadi demam berdarah dengue yang mengancam jiwa.

"Kita tidak pernah tahu apakah gejala penyakitnya akan ringan saja atau menjadi berat," ujar Prof. Hartono dalam kegiatan di Jakarta, 19 Juni 2026.

Sementara itu, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD., K-AI., FINASIM menjelaskan bahwa risiko komplikasi meningkat pada pasien dewasa yang memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit ginjal, maupun penyakit paru kronis.

Menurutnya, hipertensi dapat meningkatkan risiko keparahan demam dengue hingga tiga sampai lima kali lipat. Sementara diabetes melitus meningkatkan risiko hingga lima kali lipat, sedangkan penyakit ginjal dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga tujuh kali lipat dibandingkan pasien tanpa penyakit penyerta.

Selain demam tinggi, menggigil, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, muntah, dan ruam, demam dengue juga dapat menyebabkan gangguan organ yang dikenal sebagai expanded dengue syndrome. Kondisi ini dapat memicu kerusakan hati, cedera ginjal akut, hingga gangguan pada sistem saraf yang ditandai dengan penurunan kesadaran bahkan kejang.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, penyakit ini juga memengaruhi produktivitas serta kualitas hidup pasien dan keluarganya. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif oleh seluruh kelompok usia.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksinasi demam berdarah bagi orang dewasa berusia 18 hingga 60 tahun sebagai bagian dari strategi perlindungan yang menyeluruh. Di sisi lain, penerapan gerakan 3M Plus dan mengenali gejala sejak dini tetap menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan serta komplikasi.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan, pada 20–21 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan konsultasi kesehatan, permainan edukatif, dan berbagai aktivitas keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan demam berdarah, terutama menjelang musim liburan sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....