Dokter Semuel Wagiu Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Hipertensi & Stroke

  • 30 Mei 2026 19:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dokter Spesialis Saraf Klinik Utama Ajwa Health Center, dr. Semuel A. Wagiu, Sp.N, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan hipertensi atau tekanan darah tinggi karena menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun hingga muncul komplikasi serius.

Menurutnya, risiko hipertensi meningkat akibat faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan faktor genetik. Sementara itu, faktor yang dapat dikendalikan meliputi konsumsi garam berlebihan, obesitas, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, stres kronis, serta kurang aktivitas fisik.

Ia menjelaskan, sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari kondisinya karena tidak merasakan keluhan yang khas. Namun pada beberapa kasus, hipertensi dapat disertai sakit kepala, pusing, jantung berdebar, mimisan, hingga rasa berat di tengkuk.

“Tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada masalah. Karena itu masyarakat perlu rutin memeriksa tekanan darah agar hipertensi dapat terdeteksi dan dikendalikan sejak awal,” kata dr. Semuel dalam kegiatan penyuluhan kesehatan di Klinik Utama Ajwa Health Center, Sabtu 30 Mei 2026.

Lebih lanjut dijelaskan, hipertensi yang berlangsung lama dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah otak. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama terjadinya stroke iskemik maupun stroke hemoragik.

dr. Semuel menyebutkan sekitar 80 persen kasus stroke merupakan stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak. Sementara sekitar 20 persen lainnya merupakan stroke hemoragik yang disebabkan pecahnya pembuluh darah, salah satunya akibat hipertensi yang tidak terkontrol.

Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda stroke melalui metode FAST, yakni Face atau wajah mencong, Arms atau kelemahan pada lengan, Speech atau gangguan bicara, dan Time yang berarti segera mencari pertolongan medis. Penanganan cepat sangat menentukan peluang kesembuhan pasien stroke.

"Selain hipertensi, faktor risiko stroke lainnya meliputi diabetes melitus, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, gangguan irama jantung, serta riwayat stroke sebelumnya. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pola hidup sehat," ujarnya menjelaskan.

Menutup edukasinya, dr.Semuel mengajak masyarakat menerapkan prinsip CERDIK, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif menurunkan risiko hipertensi sekaligus mencegah stroke di masa mendatang.

“Stroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan psikologis, sosial, dan ekonomi. Karena itu pencegahan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan setelah komplikasi terjadi,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....