Kenaikan Berat Badan Usia Muda Picu Risiko Kematian

  • 27 Apr 2026 03:14 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kenaikan berat badan tidak hanya berkaitan dengan angka di timbangan, tetapi juga waktu terjadinya dalam kehidupan seseorang. Studi terbaru menunjukkan bahwa kenaikan berat badan di usia muda dapat membawa dampak kesehatan yang lebih serius di masa depan.

Dilansir dari ScienceAlert pada 23 April 2026, penelitian yang dipublikasikan dalam eClinicalMedicine menyoroti pentingnya waktu terjadinya kenaikan berat badan terhadap risiko kesehatan jangka panjang.

Penelitian yang dilakukan oleh Lund University melibatkan lebih dari 600.000 peserta yang dipantau sejak usia 17 hingga 60 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang mengalami obesitas pada usia 17 hingga 29 tahun memiliki risiko kematian sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia lanjut.

Epidemiolog Tanja Stocks menjelaskan bahwa temuan ini menjadi salah satu pola paling konsisten dalam penelitian tersebut. Ia menegaskan bahwa kenaikan berat badan di usia muda berkaitan erat dengan peningkatan risiko kematian dini di kemudian hari.

Para peneliti menduga bahwa durasi seseorang hidup dalam kondisi obesitas menjadi faktor utama. Semakin lama tubuh berada dalam kondisi kelebihan berat badan, semakin besar tekanan biologis yang dialami, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan kanker.

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya perbedaan dampak antara pria dan wanita, khususnya terkait risiko kanker. Faktor hormonal pada wanita diduga turut memengaruhi hasil tersebut, meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Temuan ini menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini. Menjaga berat badan tetap ideal sejak usia muda dinilai sebagai langkah kunci untuk mengurangi risiko penyakit serius dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....