Jam Ideal Minum Obat, Bukan Pagi, Siang, dan Malam
- 24 Mar 2026 08:36 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Beberapa jenis obat diresepkan untuk dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari atau 3 x 1, dan biasanya, pasien akan mengonsumsinya pada pagi, siang, dan malam hari, baik sebelum makan maupun sesudah makan sesuai dengan aturan dari dokter.
Sering kali, patokan waktu mengonsumsi obat ini menjadi tidak menentu. Misalnya, jika pada pagi hari, seseorang makan pukul 08.00, maka obat akan dikonsumsi sekitar pukul 08.00 (jika obat diminum setelah makan).
Lalu di siang hari, obat mungkin akan dikonsumsi pada pukul 12.00 setelah jeda makan siang. Kemudian, pada malam harinya, obat kembali diminum pada pukul 20.00, setelah makan malam.
Jadwal minum obat seperti itu dinilai tidak konsisten dengan jarak waktu yang tidak beraturan, padahal, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D mengatakan bahwa obat yang diresepkan 3 kali sehari tidak boleh dikonsumsi sebarang waktu.
Prof. Zullies Ikawati mengatakan aturan 3×1 itu artinya obat diminum 1 tablet/kapsul, sebanyak 3 kali dalam sehari. Tujuannya agar kadar obat di dalam tubuh tetap stabil sepanjang hari sehingga obat bisa bekerja optimal
Menurut Zullies, idealnya obat diminum setiap kurang lebih 8 jam sekali. Zullies menjelaskan, obat yang diresepkan 3x1 harus diminum setiap 8 jam sekali. Waktu tersebut diperoleh dari satu hari yang terdiri dari 24 jam dan dibagi ke dalam 3 bagian.
Ia juga mengatakan, minum obat dengan dosis 3 x1 bertujuan untuk menjaga agar kadar obat di dalam tubuh tetap stabil sepanjang hari, dengan begitu, obat bisa bekerja dengan optimal.
Sebaliknya, jika obat terlalu cepat atau terlalu lama diminum jedanya, bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Sebab, ketidakkonsistenan mengonsumsi obat bisa menyebabkan terapi menjadi tidak optimal.
Pada obat antibiotik, tindakan tersebut juga bisa membuat kuman tidak mati secara sempurna. Sebaliknya, kuman justru akan kebal terhadap antibiotik.
Sementara itu, pada obat untuk penyakit kronis, seperti tekanan darah, diabetes, asma, ketidakonsistenan bisa menyebabkan kondisi kesehatan menjadi tidak terkontrol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....