Seniman Ambon Inginkan Karnaval Alat Musik Tradisional, Bukan Lomba
- 19 Sep 2026 17:02 WIB
- Ambon
Alat musik tradisional Jukulele dan Hawaiian menjadi salah satu topik yang dibahas dalam program Paparisa Komunitas Pro4 RRI Ambon, Kamis (17/9/2026). Dalam dialog tersebut, Danny Johannis Maelissa, Pelatih Jukulele dan Hawaiian SD Negeri 1 Hative Besar, mengungkapkan bahwa alat musik Hawaiian saat ini baru diajarkan di salah satu sekolah dasar di Kota Ambon.
“Setahu saya, dari seluruh SD yang ada di Kota Ambon, cuma di SD Negeri 1 Hative Besar yang diajarkan cara memainkan alat musik Hawaiian,” kata Danny.
Menurutnya, sekolah dasar lainnya di Kota Ambon belum memiliki alat musik tersebut. Karena itu, pembelajaran Hawaiian di SD Negeri 1 Hative Besar menjadi hal yang cukup berbeda dalam pengembangan musik tradisional di lingkungan pendidikan dasar.
Sementara itu, Nicko Tulalessy, Koordinator Moluccan Jukulele Leaders, mengaku sangat mengapresiasi informasi tersebut. Ia mengatakan, selama ini sejumlah alat musik tradisional yang umum diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar antara lain Jukulele, suling bambu, tifa, dan totobuang.
“Untuk Hawaiian ini baru pernah saya lihat diajarkan untuk siswa-siswi SD Negeri 1 Hative Besar,” ujar Nicko.
Danny dan Nicko berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kota Ambon, dapat memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan dan pertunjukan alat musik tradisional.
Keduanya mengusulkan agar ke depan dapat digelar sebuah kegiatan di Kota Ambon yang menampilkan beragam alat musik tradisional. Namun, kegiatan tersebut diharapkan tidak dikemas dalam bentuk perlombaan, melainkan sebagai Karnaval Alat Musik Tradisional.
Menurut mereka, konsep karnaval dapat menjadi ruang bagi berbagai komunitas, sekolah, maupun kelompok seni untuk menampilkan dan memperkenalkan kekayaan alat musik tradisional kepada masyarakat secara lebih luas.
Dengan demikian, Jukulele, Hawaiian, suling bambu, tifa, totobuang dan berbagai alat musik tradisional lainnya tidak hanya dipelajari di lingkungan sekolah atau komunitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kegiatan budaya di Kota Ambon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....