Gubernur Hendrik Harap Festival Marawai Jadi Jembatan Budaya dan Ekonomi Kreatif

  • 26 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Ambon

RRI.CO ID, Ambon – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan Festival Marawai di Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, bukan sekadar ajang seni dan hiburan. Ia menilai festival ini sebagai ruang menghidupkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan dan kepedulian yang menjadi jati diri masyarakat Maluku.

Menurut Gubernur Hendrik, Festival Marawai bukan sekadar ajang seni dan hiburan. Festival ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku” kata Hendrik sebelum membuka Festival Marawai Hatalai pada Selasa, 25 Agustus 2026..

Ia pun menegaskan, kekayaan budaya Maluku sebagai modal penting dalam membangun masa depan daerah. Tradisi, bahasa, musik, tarian, kuliner, kerajinan dan berbagai kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kekayaan budaya dan kearifan lokal tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu. Ia harus terus hidup, bertumbuh, dan diwariskan kepada anak cucu kita” ujarnya.

Festival Marawai Hatalai juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi dan kearifan lokal Maluku kepada masyarakat luas, kata Gubernur Hendrik. Dengan demikian, semakin banyak orang dapat mengenal dan mencintai Maluku.

Menurut Gubernur Hendrik, pengembangan kegiatan budaya memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Festival yang dikelola secara baik dapat membuka ruang pemasaran bagi produk UMKM, kuliner lokal, kerajinan, serta memberikan kesempatan bagi para pelaku seni dan generasi muda untuk berkembang dalam industri kreatif.

Mama-mama pelaku ekonomi kreatif dari Negeri Hatalai (foto AL)

Karena itu, ia meminta Festival Marawai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan, profesional, kreatif dan inklusif. Pemerintah Provinsi Maluku, katanya lagi, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang memperkuat kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Festival ini harus menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat. Budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan pembangunan masa depan” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....