Alat Musik Bambu dan Gaba-gaba Perkaya Wisata Budaya
- 06 Agt 2026 16:40 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Alat musik tradisional Maluku tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Hal itu disampaikan Dosen IAKN Ambon sekaligus pengembang alat musik bambu dan gaba-gaba, Branckly E. Picanussa, dalam dialog di Pro 4 RRI Ambon.
Menurut Branckly, kekayaan alat musik tradisional Maluku mampu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik bagi wisatawan. Karena itu, pelestarian alat musik lokal harus terus dilakukan melalui pendidikan, pertunjukan seni, hingga inovasi dalam pengembangannya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam dialog tersebut, Branckly juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia musik. Ia menjelaskan bahwa penggunaan algoritma dalam proses penciptaan musik sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Dalam sejarah perkembangan komposisi musik, berbagai rumus dan pola telah lama digunakan untuk menghasilkan karya musik.
Ia menambahkan, saat ini telah tersedia berbagai program musik berbasis AI yang memungkinkan pengguna cukup memasukkan progresi akor, kemudian sistem akan menyusun ritme, aransemen, hingga komposisi secara otomatis.
Meski demikian, Branckly menegaskan bahwa perkembangan AI tidak dapat dihindari. Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana para musisi dan pelaku seni tetap menjunjung tinggi etika dalam berkarya dengan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat pendukung, bukan pengganti kreativitas manusia.
Melalui pemanfaatan teknologi yang bijak serta pelestarian alat musik tradisional, diharapkan kekayaan budaya Maluku semakin dikenal luas dan mampu menjadi magnet wisata budaya yang membanggakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....