Komunitas Kalesang Maluku Dorong Pelestarian Tarian Adat Maluku

  • 06 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Tarian adat Maluku tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Kalesang Maluku, Pemilaun Vigel Faubun, S.Pd., yang Akrab disapa Vigel dalam Dialog Budaya bertema, Tarian Adat Maluku sebagai Daya Tarik Wisata Budaya yang disiarkan secara nasional oleh Pro 4 Jakarta dan Pro 4 Ambon pada Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam dialog tersebut, menjelaskan bahwa Komunitas Kalesang Maluku awalnya dibentuk dengan tujuan melestarikan tarian-tarian tradisional Maluku. Namun, seiring perjalanan selama 16 tahun, komunitas tersebut berkembang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan berbagai potensi seni.

"Awalnya Kalesang Maluku berdiri untuk mempertahankan dan melestarikan tarian tradisional. Tetapi dalam perjalanannya, kami juga membuka ruang untuk kelas puisi, teater, hingga menyanyi. Harapannya, Kalesang Maluku menjadi pusat kreativitas anak-anak muda Maluku yang bertalenta sekaligus mempromosikan Maluku melalui karya-karya seni," ujar Vigel.

Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut didasari keinginan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah derasnya perkembangan budaya modern. Vigel mengaku, sebelum mendirikan Kalesang Maluku, dirinya lebih banyak berkecimpung dalam dunia tari modern. Namun, ia menyadari pentingnya menjaga warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

"Kalau bukan katong, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau generasi kita saja tidak berpikir mempertahankan warisan budaya leluhur, maka siapa yang akan melakukannya?" katanya.

Ia menilai, pelestarian tarian adat bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Maluku kepada dunia melalui sektor pariwisata budaya. "Tarian-tarian ini bisa menjadi titik awal agar generasi mendatang mengenal jati dirinya. Selain itu, melalui tarian tradisional, pariwisata Maluku juga akan semakin dikenal," ungkapnya.

Selama 16 tahun berkarya, Komunitas Kalesang Maluku telah menciptakan sedikitnya tujuh karya tari orisinal. Selain itu, komunitas tersebut juga terus membawakan berbagai tarian tradisional Maluku yang telah dikenal luas sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Vigel berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari seni budaya daerah sehingga warisan budaya Maluku tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama.

Menurutnya, menjaga budaya lokal merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda, tarian adat Maluku diyakini akan terus berkembang sebagai identitas budaya sekaligus menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya di Provinsi Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....