AI Dukung Penguatan Pariwisata Tangguh Indonesia

  • 18 Sep 2026 10:03 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dinilai dapat mendukung penguatan sistem pengelolaan risiko destinasi pariwisata di Indonesia. Teknologi tersebut dapat membantu menganalisis berbagai data kebencanaan dan perubahan iklim untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Analis Kebijakan Independen, Harry Waluyo mengatakan, Indonesia membutuhkan National Tourism Disaster & Climate Risk Intelligence yang mengintegrasikan berbagai informasi, mulai dari peta ancaman bencana, data perubahan iklim, topografi, wisatawan, hotel, transportasi, rumah sakit, jalur evakuasi hingga investasi.

Menurut Harry, seluruh data tersebut dapat dianalisis secara spasial dan temporal sehingga menghasilkan informasi yang lebih berguna bagi pemerintah maupun pengelola destinasi.

Ia menjelaskan, AI dapat membantu membaca pola dari berbagai data dan kejadian historis. Untuk ancaman seperti tsunami, longsor dan banjir, AI dapat membantu melakukan analisis, pemodelan, prakiraan, simulasi skenario serta memberikan dukungan dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, Harry menekankan bahwa pemanfaatan AI tetap perlu berjalan bersama ilmu fisika dan otoritas peringatan resmi. Pendekatan yang dinilai lebih aman adalah menggabungkan model berbasis fisika dengan AI, sehingga teknologi berfungsi memperkuat analisis dan bukan menggantikan sistem peringatan resmi.

Selain AI, teknologi digital twin juga dapat digunakan untuk membuat representasi digital suatu destinasi yang terus diperbarui. Sistem ini memungkinkan pemerintah dan pengelola melakukan simulasi berbagai kondisi, termasuk gempa, tsunami, longsor, maupun peningkatan jumlah wisatawan saat festival.

Harry Waluyo mengatakan, pengembangan sistem tersebut dapat mendukung investasi pariwisata yang lebih transparan dan berbasis informasi risiko.

Ia menambahkan, transformasi menuju pariwisata yang tangguh dapat dilakukan secara bertahap hingga 2045, dimulai dengan standardisasi data dan pemetaan destinasi prioritas, kemudian integrasi, pemanfaatan AI, digital twin, pemodelan iklim dan penguatan investasi resilien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....