Pemaskebar MBD, Penjaga Identitas, Budaya & Nilai Kearifan Kalwedo
- 16 Sep 2026 07:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (PEMASKEBAR) terus memperkuat peran dan kontribusinya bagi masyarakat Maluku Barat Daya (MBD), sekaligus menjaga identitas, budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Babar. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP PEMASKEBAR, Prof. Ir. Jacobus W. Mosse, M.Sc., Ph.D., dalam acara NGOBRAS RRI Ambon, Selasa (15/9/2026).
Prof. Jacobus mengatakan, PEMASKEBAR bukanlah organisasi yang baru terbentuk. Cikal bakal organisasi tersebut telah ada sejak sekitar tahun 1960-an, ketika masyarakat Kepulauan Babar yang berada di perantauan mulai membangun sebuah persekutuan untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan identitas mereka.
“Memang kita kehilangan catatan-catatan sejarah itu, tetapi sebagai generasi Kepulauan Babar, kita tidak pernah lupa identitas kemasyarakatan kita, sehingga kita tetap berkumpul,” ujar Prof. Jacobus.
Menurutnya, salah satu nilai yang menjadi pengikat masyarakat Kepulauan Babar adalah Kalwedo, yang mencerminkan budaya, tradisi dan semboyan hidup masyarakat setempat. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas masyarakat Babar, khususnya bagi mereka yang berada di perantauan.
Seiring perkembangan zaman, PEMASKEBAR kemudian berkembang dari sebuah persekutuan menjadi organisasi kemasyarakatan yang memiliki struktur dan landasan hukum. Prof. Jacobus menjelaskan, organisasi tersebut kini telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta tercatat pada Kementerian Hukum dan HAM.
“Organisasi ini hadir tidak sekadar untuk berkumpul dan beribadah, tetapi jauh lebih daripada itu,” kata Prof. Jacobus. Ia menambahkan, salah satu kontribusi nyata PEMASKEBAR terlihat pada masa pandemi COVID-19 melalui kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dari Amerika Serikat dalam penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan di MBD.
Selain bidang sosial dan kemanusiaan, PEMASKEBAR juga membangun kemitraan dengan Ikatan Intelektual Maluku Barat Daya (ITAMALDA) dan Gerakan Membangun Bumi Kalwedo yang melibatkan mahasiswa dan pemuda. Kemitraan tersebut turut diarahkan pada perjuangan kepentingan masyarakat MBD, termasuk dalam persoalan terkait keberadaan Blok Masela dan posisi MBD sebagai daerah penghasil serta daerah terdampak. Bagi PEMASKEBAR, kemitraan menjadi bagian penting dalam memperkuat peran masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....