Burung Endemik Babar Cerminan Kekayaan Hayati Maluku
- 15 Sep 2026 21:52 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Keberadaan burung endemik di Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, menjadi salah satu penanda kekayaan keanekaragaman hayati Maluku. Prof. Ir. Jacobus W. Mosse, M.Sc., Ph.D., kepada RRI, Selasa (15/9/2026), menilai keberadaan spesies tersebut perlu diikuti dengan pemahaman masyarakat mengenai fungsi setiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Jacobus menjelaskan, sebelumnya burung yang memiliki karakteristik serupa diketahui berada di Pulau Banda dan Pulau Yamdena. Namun, hasil penelitian para ahli burung menunjukkan bahwa Pulau Babar memiliki spesies tersendiri yang kemudian dikenal dengan nama Myzomela babarensis. Temuan tersebut menambah daftar kekayaan fauna endemik yang dimiliki Maluku.
Menurutnya, ukuran tubuh yang kecil dan kebiasaan mengisap madu tidak mengurangi arti penting burung tersebut bagi lingkungan. Setiap spesies memiliki peran ekologis yang saling berkaitan, termasuk dalam menjaga keberlangsungan hutan dan keseimbangan alam di Pulau Babar.
Ia menekankan pentingnya edukasi lingkungan bagi masyarakat agar memahami hubungan antara kelestarian alam dan kehidupan manusia. Kerusakan hutan maupun sumber daya alam, kata dia, pada akhirnya dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup pada lingkungan sekitarnya.
| Baca juga: Dua Ekor Burung Nuri Diamankan Petugas BKSDA |
Jacobus juga mengingatkan bahwa pembentukan spesies endemik merupakan proses alamiah yang berlangsung sangat panjang, bahkan hingga jutaan tahun. Sebaliknya, kerusakan habitat dapat terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, kekayaan hayati yang terbentuk melalui proses panjang perlu dijaga agar tidak hilang akibat aktivitas manusia.
Selain Myzomela babarensis, ia menyebut sejumlah kekayaan hayati khas Maluku lainnya, seperti kusu di Pulau Ambon dan ikan mandarin yang pernah menjadi ikon dalam pelaksanaan Sail Banda. Beragam spesies tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa Maluku memiliki potensi biodiversitas yang penting untuk dilindungi dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Jacobus berharap keberadaan burung endemik di Babar dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap hutan dan lingkungan. Menjaga satwa endemik, katanya, bukan sekadar mempertahankan satu jenis hewan, melainkan juga melindungi keutuhan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....