Public Speaking Bukan Sekadar Bicara, Kunci Menyampaikan Pesan dengan Tepat

  • 24 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kemampuan public speaking tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan banyak orang. Lebih dari itu, kemampuan tersebut juga mencakup bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan secara tepat sesuai dengan tempat, situasi, dan kondisi.

Hal tersebut disampaikan Gilberth Patihawean, Confidence & Public Speaking Mentor, saat menjadi narasumber dalam program Sore Ceria berjaringan Korwil Nusantara III di Studio Pro2 RRI Ambon, Senin (24/8/2026).

Gilberth mengungkapkan, pengalamannya mendampingi peserta dalam kelas public speaking menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi dapat memberikan dampak nyata, termasuk dalam mempersiapkan seseorang menghadapi dunia kerja.

“Saya sudah memimpin dua kelas online di Januari dan Maret 2026. Puji Tuhan, dari dua kelas itu, 10 di antaranya sudah diterima kerja karena memakai tips dan trik public speaking yang saya kasih,” ungkap Gilberth.

Menurutnya, pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bahwa public speaking memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan berbicara.

“Dari sini saya sambil belajar bahwa sebenarnya public speaking itu bukan cuma soal ngomong doang, tapi bagaimana caranya pesan itu bisa sampai dan bagaimana kita bisa menempatkan kita ngomong apa di tempat atau ruang yang mana, terus sama situasi dan kondisi yang bagaimana,” jelasnya.

Ia menjelaskan, seseorang bisa saja memiliki kemampuan berbicara yang baik, namun apabila pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan audiens, tempat, maupun situasi, komunikasi yang dilakukan belum tentu efektif.

Karena itu, Gilberth mendorong generasi muda untuk mulai memahami siapa lawan bicara mereka sebelum menyampaikan sebuah pesan. Pemilihan kata, cara penyampaian, bahasa tubuh, hingga kemampuan membaca situasi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting bagi generasi muda di tengah persaingan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Public speaking dapat membantu seseorang dalam berbagai situasi, mulai dari wawancara kerja, presentasi, diskusi, hingga membangun relasi profesional.

Gilberth menilai, keberanian berbicara juga perlu diimbangi dengan kemampuan mendengarkan. Menurutnya, komunikasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana seseorang menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana memastikan pesan tersebut dipahami oleh orang lain.

Melalui program Sore Ceria berjaringan Korwil Nusantara III, Gilberth mengajak generasi muda untuk tidak takut berlatih dan melakukan kesalahan dalam proses meningkatkan kemampuan komunikasi.

Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani mengembangkan kemampuan public speaking sebagai salah satu modal untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....