Ketegangan Kembali Pecah di Tambang Sinabar SBB
- 11 Agt 2026 14:25 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Piru - Ketegangan kembali pecah di kawasan tambang Gunung Sinabar, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Senin (10/8/2026). Warga Dusun Jakarta Baru, Desa Lokki, dan warga Negeri Luhu diduga terlibat aksi saling serang.
Insiden tersebut diduga dipicu aksi saling balas terkait kasus pembakaran camp atau lapak tambang serta pembacokan terhadap warga Jakarta Baru yang terjadi di kawasan tambang Sinabar beberapa waktu lalu.
Situasi sempat memanas. Kedua kelompok dilaporkan saling berhadapan menggunakan senjata tajam. Bahkan, terdengar informasi adanya lemparan benda yang diduga bom dalam bentrokan tersebut.
Aksi saling serang akhirnya berhasil diredam setelah personel kepolisian tiba di lokasi dan membubarkan massa yang terlibat. Seorang warga yang dikonfirmasi wartawan mengaku mendapat informasi mengenai bentrokan tersebut dari keluarganya di kampung.
“Itu sudah dari tadi lai. Katanya ada lempar bom lai. Tapi belum tahu dari mana yang lempar. Soalnya informasi ini masih samar-samar yang beta (saya) dapat dari kampung. Beta telepon saudara-saudara di kampung sana. Itu soal pembakaran camp deng pembacokan di tambang beberapa waktu lalu,” kata warga tersebut.
Terpisah, Kapolsek Huamual Iptu Luken Soplanit membenarkan adanya ketegangan antara warga Jakarta Baru dan Luhu.
Menurutnya, situasi di lokasi saat ini telah kembali kondusif. Polisi juga langsung melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.
“Sudah kondusif. Itu Jakarta Baru dengan Luhu, terkait kejadian kemarin juga pembakaran lapak. Kejadian itu sejak sore tadi,” kata Luken saat dikonfirmasi.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan, Polsek Huamual telah menurunkan 15 personel ke lokasi. “15 anggota sudah turun melakukan pengamanan. Nanti beta buat laporan lebih lanjut baru diteruskan, soalnya lagi pantau situasi,” ujarnya.
Polisi kini masih memantau perkembangan situasi di kawasan tambang Sinabar. Langkah pengamanan dilakukan untuk memastikan ketegangan antarkelompok warga tidak kembali meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....