Empat PJU dan Tiga Kapolres Polda Maluku Dimutasi, Buru-SBB Jadi Sorotan
- 31 Agt 2026 12:34 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Mutasi kembali terjadi di tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Sedikitnya empat pejabat utama (PJU) dan tiga Kapolres di wilayah hukum Polda Maluku mendapat penugasan baru.
Perubahan tersebut mencakup jabatan Karo SDM, Direktur Polisi Perairan (Dirpolair), Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN), hingga tiga Kapolres jajaran.
Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi mendapat penugasan sebagai Karo SDM Polda Lampung. Posisinya di Maluku selanjutnya diisi Kombes Pol. Dicky Irawan Kesuma, yang sebelumnya menjabat Psikolog Kepolisian Madya Tk. II SSDM Polri.
Di Direktorat Polisi Perairan, Kombes Pol. Handoyo Santoso bergeser menjadi Navigator Laut Madya Tk. II Baharkam Polri. Jabatan Dirpolair Polda Maluku selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Welly Djatmiko, yang sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Kaltim.
Sementara itu, Ka SPN Polda Maluku Kombes Pol. Romi Agusriansyah mendapat penugasan sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. III SSDM Polri. Posisi tersebut selanjutnya diisi AKBP Nurhadiansyah, yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Jambi Polda Jambi.
Kombes Pol. Rustanto yang sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Maluku juga mendapat penugasan sebagai Dirpamobvit Polda Kalbar.
Kapolres Buru dan SBB Berganti
Mutasi juga menyasar tiga Kapolres jajaran Polda Maluku.
Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mendapat penugasan sebagai Pamen Polda Maluku. Jabatan tersebut selanjutnya diisi AKBP Andi Zulkifli, yang sebelumnya menjabat Kapolres Seram Bagian Barat (SBB).
Posisi Kapolres SBB selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Refindo Pradikta Rulando, yang sebelumnya menjabat Kanit IV Subdit Kerawanan Sendi Kehidupan Bernegara Ditpolitik Baintelkam Polri.
Sedangkan Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat mendapat penugasan sebagai Kabagdalops Roops Polda Maluku. Posisinya digantikan AKBP Ricky Pranata Vivaldy, yang sebelumnya menjabat Kasubdenperintis I Denperintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri.
Namun, pergantian Kapolres Buru dan Kapolres SBB menjadi perhatian tersendiri. Dua wilayah ini memiliki persoalan keamanan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal yang hingga kini menjadi pekerjaan rumah aparat penegak hukum.
Di Kabupaten Buru terdapat kawasan tambang emas Gunung Botak. Sementara di Kabupaten SBB, aktivitas pertambangan Sinabar di wilayah Huamual juga terus menjadi sorotan.
Persoalannya bukan hanya terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal, tetapi juga dampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), lingkungan, serta penegakan hukum di kawasan pertambangan.
Karena itu, pergantian dua Kapolres tersebut akan diuji oleh kemampuan pejabat baru dalam menjawab berbagai persoalan yang selama ini muncul di wilayah hukumnya.
Selain persoalan pertambangan, keterbukaan informasi kepada media juga menjadi bagian yang perlu diperkuat. Akses komunikasi dengan pejabat kepolisian menjadi penting, terutama ketika media membutuhkan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara maupun situasi Kamtibmas.
Pergantian pimpinan di tiga satuan kewilayahan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rotasi jabatan, tetapi membawa perubahan dalam pola kepemimpinan, penegakan hukum, pelayanan publik dan respons terhadap berbagai persoalan keamanan di lapangan.
Kapolda Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas di lingkungan Polda Maluku dan jajaran.
Menurutnya, para pejabat tersebut telah memberikan kontribusi melalui dedikasi dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, menjaga keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang telah melaksanakan tugas di Polda Maluku dan jajaran. Dedikasi, loyalitas dan kontribusi yang telah diberikan merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menyampaikan selamat kepada para pejabat yang mendapat penugasan baru. Ia menilai mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier yang memberikan kesempatan bagi setiap personel untuk mengembangkan pengalaman sekaligus memberikan pengabdian di ruang tugas yang berbeda.
“Kepada para pejabat yang mendapat penugasan di tempat yang baru, saya menyampaikan selamat dan sukses. Laksanakan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, integritas dan profesionalisme,” katanya.
Kepada pejabat baru, Kapolda meminta agar segera beradaptasi, memahami karakteristik wilayah dan masyarakat, serta membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Segera beradaptasi, pahami karakteristik wilayah dan masyarakat, bangun komunikasi serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Lanjutkan program yang sudah baik dan hadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Kapolda, tantangan kepolisian di Maluku tidak sederhana. Karakter wilayah kepulauan membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif dan responsif.
“Maluku memiliki karakter wilayah kepulauan dengan tantangan yang tidak sederhana. Diperlukan kepemimpinan yang mampu bergerak cepat, membangun koordinasi dan memastikan pelayanan kepolisian dapat menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kapolda menegaskan pergantian pejabat tidak boleh memutus kesinambungan program organisasi.
“Jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apa yang masih kurang harus dievaluasi dan diperbaiki. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri, pembinaan karier personel sekaligus pemenuhan kebutuhan organisasi.
“Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus pembinaan karier personel. Setiap penugasan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan profesional, berintegritas dan penuh tanggung jawab,” ujar Jemi.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan organisasi. Program yang telah berjalan dengan baik perlu diteruskan, sedangkan kekurangan harus dievaluasi dan diperbaiki.
“Yang harus dijaga adalah kesinambungan organisasi. Pejabat yang baru diharapkan dapat melanjutkan program yang sudah baik, melakukan evaluasi dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan satuan kerja maupun wilayah penugasan,” katanya.
Jemi menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting bagi Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembinaan personel, peningkatan kompetensi dan profesionalisme harus terus menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....