Komunitas Tate Maluku Ungkap Cerita di Balik Setiap Langkah

  • 28 Jun 2026 18:07 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Setiap perjalanan memiliki cerita, begitu pula dengan setiap langkah yang dilakukan bersama Komunitas Tate Maluku. Dalam program ROK (Ruang Obrolan Komunitas) Pro 2 RRI Ambon, Founder Tate, Chey Gihon bersama Rahmat Bacaritaayo berbagi pengalaman menarik selama menjalani berbagai kegiatan Tate, sebuah aktivitas berjalan kaki yang tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga cara untuk mengenal lingkungan dan masyarakat Maluku lebih dekat.

Rahmat Bacaritaayo menjelaskan bahwa berjalan kaki memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan ketika seseorang menggunakan kendaraan. Menurutnya, aktivitas Tate membuat seseorang dapat memperlambat ritme kehidupan atau slowing down, sehingga lebih peka terhadap hal-hal kecil yang sering terlewatkan.

“Kalau biasanya kita melewati jalan dengan kendaraan, kita hanya melihat dari jauh dan cepat sampai tujuan. Tapi saat berjalan kaki, kita mulai menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak kita sadari,” ujar Rahmat.

Ia menyebutkan, selama melakukan Tate, peserta bisa menemukan berbagai hal menarik di sepanjang perjalanan, mulai dari tanaman, suasana lingkungan, hingga detail kecil yang ada di sekitar jalan. Hal tersebut membuat perjalanan terasa lebih bermakna karena peserta benar-benar hadir dan menikmati prosesnya.

Sementara itu, Chey Gihon mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti Tate juga memberikan perspektif baru tentang karakter masyarakat Maluku. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi ketika melakukan perjalanan Tate di kawasan Hila-Kaitetu.

Menurut Chey, melalui perjalanan tersebut ia melihat langsung bagaimana masyarakat Maluku memiliki nilai keramahan dan kepedulian yang kuat terhadap sesama. Interaksi sederhana selama perjalanan menjadi bukti bahwa budaya saling menyapa, membantu, dan menghargai masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

“Lewat Tate saya menemukan bahwa orang Maluku itu sangat ramah dan peduli. Hal-hal seperti itu mungkin sederhana, tapi terasa ketika kita benar-benar berjalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkap Chey.

Selain menjadi aktivitas untuk mengenal budaya dan lingkungan, Tate juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan. Berjalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik yang sederhana namun efektif untuk membantu tubuh tetap aktif dan membakar kalori.

Komunitas Tate menilai bahwa olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit. Dengan melangkahkan kaki, masyarakat sudah dapat menjaga kesehatan sekaligus mendapatkan pengalaman baru.

Melalui kegiatan Tate, Komunitas Tate Maluku ingin mengajak masyarakat untuk melihat kembali lingkungan sekitar dengan cara yang berbeda. Karena terkadang, hal-hal berharga yang ada di sekitar kita baru bisa ditemukan ketika kita berjalan lebih pelan dan menikmati setiap langkah perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....