Semesta Raya Sastra 1.0 Dorong Sastra Timur
- 19 Sep 2026 15:08 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Komunitas Timur Menulis mendorong pengembangan sastra dan budaya di Maluku melalui Semesta Raya Sastra 1.0 bertema “Sastra dan Budaya Timur Indonesia” di Auditorium George de’Fretes RRI Ambon, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia diikuti sekitar 60 orang dan menjadi ruang pertemuan bagi penulis, akademisi, jurnalis, pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat untuk membahas perkembangan sastra serta kebudayaan di Maluku.
Ketua Panitia Semesta Raya Sastra 1.0, Soleman Pelu, mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong pengembangan sastra dan budaya di Maluku sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi penerus yang mampu melanjutkan pengembangan kebudayaan.
“Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah pengembangan sastra budaya di wilayah Maluku dan bisa melahirkan generasi-generasi yang mampu mengembangkan budaya dan sastra sekaligus bisa bermanfaat untuk generasi kedepannya,” ujar Soleman.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat dua agenda utama. Sesi pertama menghadirkan bedah buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, dengan narasumber pekerja perdamaian sekaligus jurnalis senior Embong Salampessy dan akademisi Dr. Falantino Eryk Latupapua. Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama peserta.
Sementara pada sesi berikutnya, digelar diskusi dan sharing buku puisi Bahaya-bahaya yang Indah bersama penyair Weslly Johanes.
Peserta kegiatan, Margareta Merpati Songot, menilai sastra tidak hanya memiliki fungsi estetika, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menyuarakan persoalan sosial dan ketidakadilan.
“Sastra selalu hadir bukan hanya sekadar nilai estetikanya saja, tapi juga hadir sebagai salah satu perlawanan kepada suatu rezim akan hal-hal yang tidak adil dan sastra selalu berdiri memihak rakyat kecil,” kata Margareta.
Selain diskusi dan bedah buku, kegiatan juga diisi dengan pembagian buku sastra secara gratis dengan nilai pengadaan mencapai Rp10 juta. Buku-buku tersebut diperuntukkan bagi sejumlah sasaran penerima, di antaranya sekolah, komunitas sastra dan literasi, perpustakaan desa, serta masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap bacaan sastra berkualitas sekaligus mendorong peningkatan konsumsi literasi di masyarakat.
Semesta Raya Sastra 1.0 juga dimeriahkan dengan Monolog “Balada Sumarah” oleh Desy Pelu serta Musikalisasi Puisi yang dibawakan siswa-siswi SMA Negeri 1 Ambon.
Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan program Timur Menulis yang dirancang untuk menyediakan ruang dialog antara penulis, akademisi, dan masyarakat, sekaligus mendorong apresiasi terhadap sastra dan pemaknaan sejarah melalui karya seni.
Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Timur Menulis berharap ruang-ruang apresiasi dan diskusi sastra di Maluku dapat terus berkembang serta mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga pencipta karya sastra dan kebudayaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....