Sejumlah Nakes dan Dokter di RSUD Piru Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya

  • 12 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Piru - Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, ancam menggelar aksi mogok kerja. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap manajemen upah insentif dan BPJS yang beberapa bulan terakhir ini belum dibayar. Bahkan sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak RSUD.

Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan bahwa terdapat sebanyak 63 orang nakes dan 4 orang dokter umum yang sampai detik ini belum menerima insentif. "Total Nakes ada 63 orang, terdiri dari Bidan, perawat, radiologi, farmasi, gizi dan dokter umum 4 orang yang belum menerima insentif,” kata sumber media ini dilingkup RSUD Piru, Selasa (12/4/2026).

Sumber mengatakan, harusnya insentif yang diterima itu tiap bulan. Namun, sejak Januari hingga Maret 2026, hak tersebut belum juga diterima. Sementara untuk BJPS selama 10 bulan juga kunjung dibayarkan.

Tak hanya itu, gaji para tenagah kesehatan di Bumi Saka Mese Nusa itu, di Bulan April 2026 juga belum dibayarkan oleh pihak RSUD Piru, tanpa adanya kejelasan. "BPJS dari Agustus 2025 - Mei 2026, sementara Insentif dari bulan Januari-sampai Bulan April, dan gaji bulan April karena bulan Mei masih berlanjut, semua belum di bayarkan,” kata sumber.

Pihak Rumah Sakit, tambah sumber, telah menjanjikan akan dibayarkan insentif di bulan April 2026 nanti. Namun hingga saat ini janji tersebuit kunjung direalisasikan.

Para nakes berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah seram bagian barat terkait hak hak mereka. Mengingat pelayanan kesehatan merupakan masalah krusial yang harusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah.

"Semoga Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Instansi terkait dapat menindaklanjuti masalah ini. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi selama pengabdian. Kami juga punya kebutuhan, buat anak istri dan keluarga" ujarnya penuh harap,

Sementara itu, Direktur RSUD Piru, Hasbi Abe. S. Fram, yang dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa proses pembayaran sedang berlangsung. "Prihal pembayaran sekarang lagi berproses di keuangan Pemda," jawabnya singkat via pesan whatshapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....