BMKG Perkuat Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem Maluku
- 28 Apr 2026 21:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius di Maluku. Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari, SP., M.Kom, dalam keterangannya kepada RRI menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan gelombang laut yang tidak stabil semakin sering terjadi. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang lebih aktif dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Kamari, terdapat perubahan pola cuaca yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Musim yang biasanya relatif dapat diprediksi kini cenderung bergeser, dengan durasi hujan yang lebih panjang dan periode panas yang lebih singkat. Hal ini menyebabkan ketidakpastian bagi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor alam.
Wilayah yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem di Maluku meliputi daerah pesisir dan kepulauan kecil, seperti Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, dan sebagian wilayah Seram bagian selatan. Kawasan-kawasan ini sangat bergantung pada kondisi laut dan cuaca untuk aktivitas sehari-hari, sehingga perubahan kecil sekalipun dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian dan perikanan dinilai cukup signifikan. Curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir dan merusak tanaman, sementara angin kencang serta gelombang tinggi membatasi aktivitas nelayan. Akibatnya, produksi pangan baik dari darat maupun laut mengalami penurunan, yang berimbas pada ketersediaan pangan di pasar.
Lebih lanjut, Kamari mengungkapkan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi oleh fenomena global seperti La Niña, yang meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Maluku. Meski demikian, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada peralihan menuju kondisi netral atau fenomena lain yang dapat memperburuk situasi.
Terkait akses informasi, BMKG terus berupaya memastikan bahwa informasi cuaca dapat menjangkau masyarakat hingga ke daerah terpencil. Melalui berbagai kanal komunikasi seperti radio, media sosial, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini disebarluaskan secara berkala agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca, menyesuaikan waktu tanam dan melaut, serta memanfaatkan informasi resmi dari BMKG. Selain itu, BMKG juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya menghadapi potensi krisis pangan, termasuk melalui penyediaan data iklim yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis di sektor pertanian dan perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....