Disrupsi Geopolitik Global Tekan Pariwisata Indonesia

  • 14 Apr 2026 06:38 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Ketegangan geopolitik global kembali memberi tekanan pada sektor pariwisata Indonesia. Meski bukan aktor dalam konflik, Indonesia menghadapi dampak signifikan akibat gangguan konektivitas udara internasional, terutama yang bergantung pada jalur penerbangan melalui kawasan Timur Tengah.

Pengamat ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata, Harry Waluyo, menilai kondisi ini sebagai bentuk asimetri geopolitik, di mana Indonesia terdampak tanpa memiliki kendali langsung terhadap dinamika konflik. “Ketergantungan pada hub penerbangan global di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia rentan terhadap penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula asimetri geoekonomi yang memperburuk situasi. Sektor pariwisata sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal seperti gangguan ruang udara (airspace disruption), lonjakan harga energi khususnya avtur, serta kebijakan travel advisory dari negara-negara asal wisatawan.

Menurut Harry, ketiga faktor tersebut dapat secara langsung menurunkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai dan industri perhotelan, tetapi juga merembet ke berbagai sektor pendukung lainnya.

Destinasi utama seperti Bali, Jakarta, dan Medan menjadi wilayah yang paling terdampak karena tingginya ketergantungan pada wisatawan internasional. Penurunan kunjungan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi daerah yang selama ini ditopang oleh sektor pariwisata.

Lebih jauh, dampak sistemik juga dirasakan oleh pelaku UMKM, pekerja di sektor ekonomi kreatif, hingga tenaga kerja informal yang bergantung pada aktivitas pariwisata. Penurunan wisatawan berarti berkurangnya transaksi, pendapatan, serta peluang kerja.

Harry Waluyo menekankan pentingnya strategi mitigasi yang adaptif dan terintegrasi. Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat pasar wisata domestik, diversifikasi jalur penerbangan, serta meningkatkan daya tahan pelaku usaha lokal agar mampu menghadapi ketidakpastian global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....