Perjalanan Sejarah Imlek dalam Tradisi Tionghoa

  • 16 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Tahun Baru Cina atau Imlek merupakan salah satu perayaan terpenting dalam tradisi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini menandai pergantian tahun berdasarkan kalender lunar dan biasanya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Imlek bukan sekadar pergantian waktu, melainkan momen sakral yang sarat makna budaya, spiritual, dan kekeluargaan.

Dikutip dari laman National Today, Sejarah Imlek dapat ditelusuri hingga masa Dinasti Shang sekitar 1600–1046 sebelum Masehi. Pada masa itu, masyarakat mengadakan upacara persembahan kepada leluhur dan dewa-dewa sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen serta doa untuk keberuntungan di tahun berikutnya. Tradisi agraris inilah yang menjadi cikal bakal perayaan tahun baru dalam kebudayaan Tionghoa.

Seiring waktu, perayaan tersebut berkembang dan semakin terstruktur. Pada masa Dinasti Han, sistem kalender lunar disempurnakan dan penanggalan tahun baru ditetapkan secara resmi. Sejak saat itu, perayaan Imlek menjadi momentum penting yang dirayakan secara luas di berbagai wilayah Tiongkok.

Legenda tentang makhluk buas bernama Nian juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Imlek. Konon, Nian muncul setiap akhir tahun untuk mengganggu penduduk desa. Masyarakat kemudian mengetahui bahwa makhluk tersebut takut pada warna merah, api, dan suara keras. Dari legenda inilah muncul tradisi menghias rumah dengan warna merah serta menyalakan petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun.

Dalam perkembangannya, Imlek tidak hanya dirayakan di Tiongkok, tetapi juga menyebar ke berbagai negara seiring migrasi masyarakat Tionghoa. Di Indonesia, perayaan ini pernah mengalami pembatasan pada masa Orde Baru. Namun sejak tahun 2000, pemerintah kembali memberikan kebebasan untuk merayakan Imlek secara terbuka, dan kini Imlek telah ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Berbagai tradisi khas turut mewarnai perayaan ini, seperti makan malam reuni keluarga, pembagian angpao, hingga pertunjukan barongsai dan tarian naga. Setiap tradisi memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan di tahun yang baru.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Imlek menjadi simbol persatuan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal secara global sebagai bagian penting dari warisan budaya dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....