Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Malteng: Wujudkan Pendidikan Berkualitas

  • 04 Sep 2026 16:31 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon — Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah kini menjadi salah satu pusat pendidikan yang mendapat perhatian masyarakat di wilayah Maluku Tengah. Mengusung konsep pendidikan berbasis masyarakat, sekolah ini hadir sebagai alternatif bagi warga yang menginginkan akses belajar merata, murah, namun tetap berkualitas dan relevan dengan kebutuhan lingkungan setempat.

‎Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah menggabungkan pendidikan akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal, keterampilan hidup, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku. Kehadirannya diharapkan dapat menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan di wilayah pedesaan dan kepulauan.

‎Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah, Raddy Jamair kepada RRI Jumat siang melalui pesan WhatsApp menjelaskan, istilah "terintegrasi" bukan hanya sekadar nama, melainkan pendekatan menyeluruh dalam pendidikan.

‎"Sekolah Rakyat kami terapkan sebagai pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga karakter, kemandirian, keterampilan, dan pengasuhan. Kami membangun kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak agar sekolah benar-benar hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat". Ujar Jamair

‎Ia menambahkan, sekolah ini melibatkan orang tua melalui komunikasi dan pemantauan perkembangan anak. Masyarakat juga didorong menjadi mitra sekolah dalam mendukung pendidikan, kesehatan, olahraga, keterampilan, dan pengembangan potensi anak.

‎"Kami terus melibatkan orang tua melalui komunikasi dan pemantauan perkembangan anak. Masyarakat juga kami dorong menjadi mitra sekolah dalam mendukung pendidikan, kesehatan, olahraga, keterampilan, dan pengembangan potensi anak. Karena pendidikan adalah tanggungjawab bersama". Tambahnya

‎Ditanya terkait tantangan dan kebutuhan yang diprioritaskan Jamair menegaskan, tantangan terbesarnya yaitu mengelola pendidikan sekaligus pengasuhan anak dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Strateginya adalah memperkuat kolaborasi, komunikasi, pendampingan, serta monitoring secara berkelanjutan, sehingga setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan humanis.

‎Kebutuhan utama seperti fasilitas pendukung pembelajaran, asrama, sanitasi, kesehatan, olahraga, dan kegiatan siswa juga menjadi perhatian. Diharapkan, pemerintah terus memperkuat dukungan, dan pihak swasta ikut membangun kolaborasi. Bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga dukungan yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak.

‎"Harapan saya, Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, terampil, dan percaya diri. Khususnya di Maluku Tengah, kami ingin Sekolah Rakyat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena membangun Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun manusia dan masa depan bangsa". Tutup Jamair

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....