PIK-R Sekolah Rakyat 40 Ambon Jadi Ruang Aman Remaja

  • 12 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan dibentuk di Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon sebagai wadah bagi remaja untuk berbagi, bertukar pikiran, memperoleh informasi, sekaligus mengembangkan potensi melalui pendekatan teman sebaya.

Pembentukan PIK-R diawali melalui kegiatan Promosi dan Edukasi Pengenalan PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang dilaksanakan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku di Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku R. Affandy Z. Hassanusi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, Koordinator Sekolah Rakyat Provinsi Maluku Putra Giovany Kainama, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon Afia Fransina Joris, serta guru dan peserta didik.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan mengatakan, remaja memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan sehingga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, dan membangun kemampuan diri.

“Saya penting, kamu penting. Kalian punya kesempatan untuk tentu saja berdampak dan juga menjadi manusia-manusia yang lebih baik,” ujar Edi.

Menurut Edi, PIK-R akan dikelola dengan pendekatan yang setara, bersahaja, dan bersahabat dengan remaja. Konsep tersebut diharapkan membuat siswa lebih aktif terlibat karena PIK-R merupakan wadah yang dibangun dari, oleh, dan untuk remaja.

“Pendekatan terhadap kalian itu kita lakukan melalui pendekatan yang setara, pendekatan yang bersahaja, bersahabat dengan remaja,” katanya.

Edi menjelaskan, PIK-R nantinya melibatkan pendidik sebaya dan konselor sebaya. Mereka diharapkan dapat menjadi teman bagi siswa untuk memperoleh edukasi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi tanpa merasa takut atau malu.

“Kita ingin ada sosok teman sebaya yang hadir sebagai teman kalian untuk bisa menjadi PIK-R edukator, edukator sebaya, dan peer counselor,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan teman sebaya diharapkan mampu menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi remaja. Ruang tersebut penting terutama bagi siswa yang masih merasa ragu untuk menyampaikan persoalan kepada orang dewasa.

“Kita akan memberikan ruang aman dan nyaman buat kalian cerita,” tuturnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....