Cetak Sawah 1.453 Hektare di Maluku Dikebut, Kejar Musim Tanam Kedua

  • 12 Agt 2026 13:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Program Cetak Sawah tahun 2026 di Maluku menargetkan pembukaan lahan baru seluas 1.453 hektare. Target tersebut tersebar di Kabupaten Seram Bagian Timur seluas 1.362 hektare dan Kabupaten Maluku Tengah 91,56 hektare.

Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan melakukan peninjauan langsung di dua wilayah tersebut. Kunjungan juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap kesiapan lahan untuk mendukung peningkatan produksi pangan di Maluku.

Untuk Kabupaten Seram Bagian Timur, rombongan meninjau titik cetak sawah di Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat. Rombongan juga berdialog dengan petani penerima manfaat untuk melihat langsung kondisi dan progres pekerjaan di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda mengatakan progres fisik program secara umum berjalan lancar berdasarkan laporan konsultan pengawas. Meski demikian, percepatan penyelesaian pekerjaan tetap diperlukan agar lahan siap cetak dapat segera dimanfaatkan petani.

“Percepatan penyelesaian pekerjaan menjadi sangat penting agar lahan yang telah siap dapat segera dimanfaatkan oleh petani. Dengan demikian, target peningkatan luas tanam dan produksi padi di Provinsi Maluku dapat tercapai secara optimal,” kata Ilham Tauda.

Dikatakan, percepatan pemanfaatan lahan diarahkan untuk mendukung musim tanam kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 hingga Maret 2027. Pemerintah berharap lahan yang telah selesai dicetak dapat segera diolah sehingga tidak kehilangan momentum musim tanam.

Sementara itu, Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Maluku periode Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 12.450 hektare. Angka tersebut mencapai 82 persen dari target LTT Maluku sepanjang tahun sebesar 15.185 hektare.

Selain cetak sawah, Maluku juga memperoleh alokasi pengembangan budidaya padi berbasis Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS seluas 4.114 hektare. Program tersebut tersebar di Kabupaten Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur.

Melalui sinergi Kementerian Pertanian, TNI, pemerintah daerah, dan instansi teknis, percepatan cetak sawah diharapkan dapat meningkatkan luas areal pertanian produktif. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat produksi padi dan ketahanan pangan di Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....