Produksi Ubi Kayu Maluku Capai 42 Ribu Ton, Hilirisasi Jadi Fokus
- 03 Agt 2026 21:35 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku menilai komoditas ubi kayu memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah melalui program hilirisasi. Saat ini, Maluku memiliki luas panen sekitar 1.875 hektare dengan produksi mencapai sekitar 42.027 ton.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Senin 3 Agustus 2026 mengatakan potensi tersebut harus dioptimalkan melalui pembangunan industri pengolahan agar memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian. Menurutnya, hilirisasi akan memperkuat daya saing komoditas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dijelaskan, program hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Jika kebutuhan lahan mencapai sekitar 12 ribu hektare, maka dampak ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar.
"Program ini bukan hanya berbicara soal pertanian, tetapi juga tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Sadali Ie dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Ubi Kayu Kabupaten Buru Selatan (Bursel)yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku.
Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku optimis pengembangan industri hilir ubi kayu dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan investor terus diperkuat agar program dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....