Pemuda Muhammadiyah Maluku Ancam Duduki Jembatan Merah Putih, Tuntut Keadilan SDA
- 27 Jul 2026 17:51 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menyatakan bakal membuka posko perjuangan rakyat sebagai langkah awal mendesak pemerintah pusat agar memperhatikan keadilan pengelolaan sumber daya alam di Bumi Maluku. Ketua PWPM Maluku, Rimbo Bugis, mengungkapkan rencana aksi pendudukan di Jembatan Merah Putih sebagai bentuk protes atas ketimpangan pengelolaan kekayaan daerah selama ini. Menurutnya, langkah ini ditempuh agar suara masyarakat Maluku didengar oleh Jakarta.
"Kami rencanakan menduduki Jembatan Merah Putih. Ini sebagai peringatan agar Jakarta tidak lagi melupakan anak-anak Maluku," kata Rimbo pada, Senin, 27/7/2026.
Ia menyoroti pengelolaan Blok Masela yang dinilainya belum berpihak kepada masyarakat setempat. Rimbo menegaskan, seluruh sumber daya alam yang ada di Maluku, bukan hanya Blok Masela, harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat Maluku. "Jangan biarkan kekayaan kami dikeruk sementara rakyat hanya menjadi penonton. Orang lain menjadi kaya, kami tidak mendapat apa-apa," ujarnya.
Rimbo menilai selama puluhan tahun, masyarakat Maluku hanya merasakan sisa-sisa dari hasil bumi yang diambil dari wilayahnya. Ia menyebut saatnya masyarakat bangkit dan tidak lagi menjadi korban ketidakadilan. "Sudah terlalu lama kami diam. Kali ini kami pastikan Maluku tidak akan ditipu lagi," tegasnya.
Lebih lanjut, Rimbo mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk turun ke jalan dan bersama-sama menyuarakan hak-hak daerah. Ia membandingkan semangat masyarakat yang berbondong-bondong menghadiri pawai Piala Dunia dengan persoalan masa depan anak cucu yang menurutnya jauh lebih penting.
"Ribuan orang sanggup memadati jalan untuk pawai bola. Ini menyangkut masa depan generasi, masa kita tidak bisa bersatu?" pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun Kementerian terkait di Jakarta. Aksi yang direncanakan Pemuda Muhammadiyah Maluku ini diprediksi akan digelar dalam waktu dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....