Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Aceh Kawal Ketat Pembentukan SNT Subulussalam

  • 30 Jul 2026 00:09 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh terus melakukan pengawalan intensif terhadap pembentukan dan operasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Subulussalam. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan lembaga pendidikan unggulan di daerah, Rabu 29 Juli 2026.

Perwakilan BPMP Provinsi Aceh, Herry Maidhany, mengonfirmasi bahwa Subulussalam menjadi salah satu wilayah prioritas nasional penerima program SNT yang diamanatkan langsung melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10. Kota Subulussalam memiliki keistimewaan tersendiri dibanding daerah lain di Aceh karena tidak hanya menerima alokasi pembangunan fisik gedung baru, melainkan juga izin memulai proses kegiatan belajar-mengajar operasional pada tahun ini.

Memasuki agenda awal pengoperasian, panitia telah menggelar Tes Bakat Skolastik (TBS) bagi para calon peserta didik jenjang SMP. Proses seleksi berbasis komputer tersebut berjalan tertib walau sempat diwarnai penyesuaian jadwal bagi beberapa peserta yang salah mendatangi lokasi tes. "Secara keseluruhan pelaksanaan tes berjalan dengan lancar, kendala teknis jaringan hanya terjadi sebentar dan dapat teratasi," ujar Herry Maidhany.

Total kuota penerimaan murid baru untuk tahun pertama ditetapkan sebanyak 80 orang yang terbagi merata dalam dua jenjang. Sebanyak 40 siswa diproyeksikan untuk jenjang SMP dan 40 siswa lainnya untuk jenjang SMA, di mana tiap tingkatan diisi oleh dua rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 20 siswa per kelas.

Mekanisme penentuan kelulusan peserta ujian diserahkan penuh kepada pemerintah pusat secara transparan berbasis sistem interaktif. Penilaian tidak hanya merujuk pada skor TBS semata, namun turut mengalkulasikan akumulasi nilai rapor serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah dikirimkan ke tingkat kementerian.

Izin operasional pembelajaran SNT Subulussalam sementara waktu dialokasikan menggunakan gedung transisi di kawasan Balai Latihan Kerja (BLK). Seluruh peserta didik yang dinyatakan lulus seleksi nantinya akan langsung mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) khusus yang dijadwalkan berlangsung intensif selama satu bulan penuh.

Guna menunjang efektivitas tata kelola pembelajaran, struktur kepemimpinan dan manajerial sekolah telah dipersiapkan secara matang. "Untuk pimpinan atau kepala sekolah sudah ditunjuk melalui serangkaian tes seleksi, sementara jajaran tenaga pendidik saat ini sedang dalam pemrosesan seleksi ketat hasil kerja sama kementerian dan LPTK," tambah Herry.

Dari sisi pengembangan infrastruktur permanen, Pemko Subulussalam menjadwalkan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen di Jakarta. Lahan seluas 20 hektar disiapkan khusus untuk lokasi gedung utama yang direncanakan mulai dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Oktober mendatang.

Di atas lahan tersebut akan dibangun kompleks sekolah terpadu modern yang dilengkapi fasilitas olahraga serbaguna, laboratorium canggih, kolam renang, hingga kurikulum berstandar internasional berbasis bahasa pengantar asing. Mengingat SNT telah berstatus sebagai Satuan Kerja (Satker) Pusat di bawah KemenPAN-RB dan Kemendikdasmen, seluruh pembiayaan operasional serta sarana prasarana akan ditanggung penuh oleh APBN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....