Camat Dorong Semua Elemen Bergerak Angka Stunting Zero di Simpang Kiri

  • 03 Jul 2026 11:58 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Pemerintah kampong Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai langkah konkret percepatan pencegahan dan penanganan gangguan pertumbuhan pada anak. Kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan kampong ini bertujuan untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran di tingkat desa, Jumat 3 Juli 2026.

Camat Simpang Kiri, Ramadhan, dalam arahan strategisnya menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program formal semata. Ia meminta seluruh elemen di tingkat kecamatan dan kampung untuk bergerak bersama melakukan pengawasan melekat terhadap pemenuhan gizi keluarga berisiko.

"Kita tidak boleh lengah. Penurunan stunting di Kecamatan Simpang Kiri harus berbasis data yang akurat dan intervensi yang nyata di lapangan. Saya minta posyandu dioptimalkan dan pastikan bantuan gizi tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan hinggga desa kita benar-benar menjadi zero stunting," ujar Ramadhan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kampung Subulussalam Barat, Sahrudin, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengalokasikan sumber daya desa dalam mendukung program nasional ini. Pihaknya siap menyusun program kerja berbasis anggaran desa yang menyentuh langsung akar permasalahan stunting di wilayahnya.

"Melalui rembuk ini, kami di tingkat kampung berkomitmen untuk mengawal pemanfaatan dana desa agar lebih berpihak pada kesehatan ibu dan anak. Kami akan memperkuat peran kader kesehatan di lapangan guna memantau perkembangan balita secara berkala," kata Sahrudin.

Pertemuan lintas sektor ini turut dihadiri oleh perangkat kampung, pendamping kecamatan, serta Koordinator Kota (Koorkot) Pendamping Desa yang bertindak sebagai tenaga ahli tingkat kota. Kehadiran mereka guna memastikan seluruh usulan program dari kampung selaras dengan kebijakan makro Pemerintah Kota Subulussalam.

Selain itu, pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Subulussalam beserta para kader kesehatan desa juga terlibat aktif. Kehadiran tim teknis ini memberikan penguatan kapasitas bagi para kader mengenai cara edukasi pola asuh dan pola makan sehat kepada masyarakat.

Melalui rembuk stunting ini, Kampung Subulussalam Barat berhasil menyepakati beberapa poin krusial, di antaranya pemutakhiran data balita, peningkatan fasilitas posyandu, serta penyusunan menu padat gizi berbasis pangan lokal. Rencana aksi ini diharapkan dapat langsung dieksekusi dalam waktu dekat demi melahirkan generasi masa depan Simpang Kiri yang sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....