Pemuda di Aceh Singkil Demo Tuntut CSR dan Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan

  • 27 Apr 2026 22:19 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil — Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin 27 April 2026. Mereka menuntut realisasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta menyoroti dugaan aktivitas perusahaan yang dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan.

Aksi tersebut dilakukan usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil. Massa sebelumnya juga menggelar orasi di depan Mapolres Aceh Singkil sebelum bergerak ke Kantor Bupati.

Koordinator aksi, Masdi Munte, mengatakan kedatangan mereka untuk mendesak perusahaan PT Nafasindo agar segera merealisasikan kewajiban CSR kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan sejumlah aktivitas perusahaan yang dianggap bermasalah.

“Kedatangan kami ke kantor Bupati ini untuk meminta agar PT Nafasindo merealisasikan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami juga menyoroti aktivitas yang diduga merusak lingkungan,” ujar Masdi.

Ia menambahkan, aktivitas perusahaan di sekitar Desa Sebatang dan Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah, diduga tidak memperhatikan dampak lingkungan dan sosial. Bahkan, keberadaan perusahaan tersebut dinilai belum memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

“Selain diduga merusak lingkungan, aktivitas kendaraan perusahaan juga menyebabkan kerusakan jalan di sepanjang jalur tersebut,” katanya.

Dalam aksinya, massa juga menuntut transparansi operasional dan perizinan perusahaan. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil serta aparat penegak hukum segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami meminta Bupati Aceh Singkil memanggil pimpinan PT Nafasindo untuk memberikan klarifikasi,” tegasnya.

Namun, massa mengaku kecewa karena tidak mendapat tanggapan langsung dari Bupati Aceh Singkil. Ketidakhadiran kepala daerah dinilai sebagai bentuk kurangnya respons terhadap aspirasi masyarakat.

Sebagai bentuk tekanan, Masdi menyatakan pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan skala lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti.

“Kami akan datang kembali, bukan sekadar berorasi, tetapi untuk menghentikan aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, aksi lanjutan direncanakan tidak lagi digelar di kantor pemerintahan, melainkan di lokasi jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas perusahaan.

Berdasarkan pantauan, aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Nafasindo maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terkait tuntutan para pengunjuk rasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....