Akses Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Aceh Mulai Pulih
- 28 Jul 2026 14:11 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Konektivitas darat di Provinsi Aceh mulai pulih secara bertahap setelah dihantam bencana akibat curah hujan tinggi dan Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 lalu. Dari total 15 ruas jalan nasional yang sempat terputus total, sebanyak 13 ruas kini telah berfungsi secara sementara dan dua ruas sisanya disalurkan melalui jalur alternatif, Selasa 28 Juli 2026.
Selain percepatan pembukaan jalan, sektor penyeberangan juga mencatatkan progres signifikan. Dari 16 jembatan nasional yang sempat terputus, sebanyak 14 jembatan telah kembali dapat dilintasi kendaraan melalui penanganan darurat, sementara dua jembatan sisanya dilayani lewat rute pengalihan sementara.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa langkah percepatan ini diambil untuk memastikan denyut perekonomian dan aktivitas sosial warga di seluruh wilayah terdampak tidak terisolasi terlalu lama. Penanganan difokuskan pada pemulihan akses vital di kawasan lintas timur, tengah, barat, hingga jalur penghubung antarwilayah.
"Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Dalam menanggulangi dampak bencana yang menyebabkan 362 titik longsor dan 37 titik banjir tersebut, Kementerian PU juga telah memasang 12 unit Jembatan Bailey di sejumlah titik prioritas. Pemasangan jembatan darurat ini dilakukan melalui kerja sama taktis antara Kementerian PU, unsur TNI, serta penyedia jasa konstruksi.
Tak hanya berhenti pada penanganan darurat, pemerintah juga mengulirkan program penanganan permanen melalui rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta penggantian jembatan. Seluruh pekerjaan permanen ini menerapkan skema Design and Build yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2026 dan 2027.
Dukungan pemulihan infrastruktur ini turut diperluas hingga ke tingkat daerah yang mencakup jaringan jalan dan jembatan di 18 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi lintas sektor guna mempercepat mobilitas warga dan memulihkan kawasan yang terdampak bencana secara menyeluruh.
Melalui pendekatan berkesinambungan ini, pemerintah memastikan pendampingan akan terus berjalan hingga seluruh proses rekonstruksi selesai. Pemulihan konektivitas diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian pascabencana.
Berita ini disadur dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....