Angin Kencang dan Karhutla Landa Tiga Wilayah di Sumatra
- 31 Mei 2026 13:44 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Sumatra - Sejumlah bencana alam akibat cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda beberapa wilayah di Sumatra Utara dan Sumatra Selatan pada periode 28 hingga 29 Mei 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa tersebut meliputi angin kencang di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Medan, serta karhutla di Kabupaten Muara Enim, Minggu 31 Mei 2026.
Fenomena angin kencang akibat cuaca ekstrem pertama kali melanda Dusun II, Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore ini mengakibatkan kerusakan pada rumah warga setempat dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
"Berdasarkan laporan sementara, bencana angin kencang tersebut berdampak pada kurang lebih 6 kepala keluarga (KK) dengan 6 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda," ujar Abdul Muhari dalam siaran persnya.
Merespons kejadian di Serdang Bedagai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan akurat. Hingga Kamis, petugas gabungan masih terus mendistribusikan bantuan awal serta melakukan asesmen lebih lanjut terkait kebutuhan perbaikan rumah-rumah yang rusak.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Mililian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, pada Kamis siang. Kebakaran yang menghanguskan sekitar satu hektare lahan ini pertama kali terdeteksi melalui laporan hasil patroli udara yang menginformasikan adanya titik api.
Tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, dan TNI langsung bergerak cepat melakukan pemadaman menggunakan mesin jinjing dan selang agar api tidak meluas. Petugas di lapangan memastikan bahwa api saat ini sudah berhasil dipadamkan dan situasi telah terkendali sepenuhnya tanpa adanya korban jiwa.
Bencana lainnya berupa angin puting beliung juga menerjang Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatra Utara, pada Kamis. Sebanyak 5 KK atau 19 jiwa terdampak dalam peristiwa ini, di mana 5 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Medan masih terus melakukan monitoring dan pendataan di lapangan di tengah kondisi hujan dan pemadaman listrik. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk tidak berlindung di dekat pohon atau papan reklame yang rawan roboh, serta dilarang membuka lahan dengan cara membakar.
(Informasi dalam artikel ini disadur dari theindonesiannews.com.)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....