Perbaikan Permanen Jembatan Pascabencana Sumatra Terus Dikebut
- 28 Jul 2026 14:09 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan permanen terhadap 47 jembatan terdampak bencana yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas antarwilayah kembali normal secara berkelanjutan setelah seluruh akses darurat berhasil difungsikan.
Proyek rekonstruksi permanen yang mencakup total panjang 3.932,1 meter tersebut saat ini mencatatkan rata-rata progres fisik sebesar 34,38 persen. Pembangunan difokuskan pada penguatan struktur agar infrastruktur pengganti memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. "Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat," tegas Dody, Senin 27 Juli 2026.
Sebelum memasuki tahap permanen, Kementerian PU telah menuntaskan penanganan darurat pada 48 titik jembatan sepanjang 1.876,3 meter hingga 25 Juli lalu Penanganan darurat yang memanfaatkan jembatan Bailey, box culvert, serta pembersihan alur sungai tersebut meliput 25 titik di Aceh, 13 titik di Sumatra Utara, dan 10 titik di Sumatra Barat.
Adapun porsi pekerjaan rekonstruksi permanen saat ini didominasi oleh wilayah Aceh sebanyak 30 jembatan, yang terdiri atas 21 jembatan nasional dan 9 jembatan daerah. Sementara itu, Sumatra Barat mencakup 9 jembatan (4 nasional dan 5 daerah) dan Sumatra Utara sebanyak 8 jembatan yang seluruhnya merupakan jalur nasional.
Sejumlah titik penanganan dilaporkan telah menunjukkan progres fisik yang signifikan. Di Aceh, perbaikan Jembatan Lawe Mengkudu I dan Ulee Langa telah melampaui 90 persen, sedangkan di Sumatra Barat, empat jembatan yakni Marga Yasa A, Marga Yasa B, Sungai Indarung, dan Batang Lolo telah rampung 100 persen.
Melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, percepatan penanganan infrastruktur ini ditargetkan selesai tepat waktu. Pemulihan jembatan-jembatan vital ini diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, memulihkan mobilitas warga, serta membangkitkan kembali roda perekonomian masyarakat di kawasan terdampak.
Berita ini disadur dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....