UMKM Kerupuk di Penanggalan Kota Subulussalam Kembangkan Pemasaran

  • 26 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pinggiran Kota Subulussalam terus memacu produktivitas guna memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Salah satu komoditas yang kini menjadi sandaran pendapatan alternatif warga adalah industri rumahan olahan kerupuk skala mikro, Kamis 25Juni 2026.

Aktivitas produksi di sentra rumahan ini mengandalkan pemanfaatan bahan baku lokal dengan rantai kerja yang melibatkan kluster keluarga. Pengolahan yang konsisten dinilai mampu menjaga ritme pasokan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar konsumsi di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Guna melihat langsung standarisasi proses pengolahan, pemantauan berkala dilakukan di lokasi produksi milik warga di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan. Peninjauan lapangan mencakup pengawasan teknis mulai dari higienitas pengadonan bahan baku, pencetakan, durasi penjemuran di bawah terik matahari, hingga skema pengemasan akhir.

Dalam proses produksi tersebut, pelaku usaha juga mendapatkan asistensi prateknis dari aparat kewilayahan guna memetakan hambatan distribusi. Pendampingan dari Posramil Penanggalan Kodim 0118/Subulussalam diintensifkan untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi ke skala yang lebih masif.

Babinsa Posramil Penanggalan, Serda Badari, menjelaskan bahwa pelaku usaha rumahan di tingkat desa harus mulai berani melakukan diversifikasi produk. Menurutnya, kualitas rasa dan kemasan yang menarik menjadi modal utama bagi produk lokal agar tidak kalah saing dengan produk manufaktur pabrikan.

"UMKM seperti usaha kerupuk ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap para pelaku usaha terus menjaga kualitas produk, berinovasi, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada sehingga usahanya semakin maju dan mampu bersaing," ujar Serda Badari.

Di sisi lain, pemilik usaha kerupuk di Desa Dasan Raja, Berutu, mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah stabilitas cuaca untuk penjemuran dan fluktuasi harga bahan baku tepung. Namun, adanya perhatian dan ruang dialog langsung dari berbagai pihak di lapangan diakui menjadi stimulus tambahan untuk menjaga konsistensi jalannya usaha rumahan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....