Pencarian Pasutri Dihentikan, Pemko Subulussalam Didorong Panggil Basarnas Aceh
- 08 Apr 2026 17:55 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Harapan keluarga korban kecelakaan tunggal di jurang Sungai Lae Kombih kini tertuju pada kebijakan Pemerintah Kota Subulussalam. Mereka meminta pemerintah segera bersurat kepada Basarnas Provinsi Aceh untuk melanjutkan operasi pencarian yang sebelumnya telah dinyatakan berakhir.
Pasangan suami-istri, Rudi Simanjuntak dan Risma Br Tumangger, dinyatakan hilang setelah mobil Kijang Innova yang mereka tumpangi terjun ke dasar jurang sedalam puluhan meter. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Meski lokasi kejadian berada di wilayah hukum Sumatera Utara, kedekatan geografis dengan Kota Subulussalam membuat keluarga berharap tim evakuasi dari Aceh bisa turut dikerahkan. Hal ini mengingat arus sungai mengalir menuju wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam.
Sebelumnya, tim SAR gabungan dari lintas daerah telah berupaya maksimal melakukan penyisiran selama satu pekan penuh. Namun, tepat pada Senin lalu, operasi tersebut resmi dihentikan karena telah mencapai batas waktu tujuh hari sesuai regulasi yang berlaku.
Kepala Kemukiman Kecamatan Penanggalan, Haris Muda Bancin, menilai penghentian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Ia mendesak agar Gubernur Aceh memberikan atensi khusus dengan menurunkan tim Basarnas Aceh ke lokasi kejadian.
"Kami meminta kepada Gubernur Aceh untuk memperpanjang proses pencarian terhadap korban dengan menurunkan Tim Basarnas. Kiranya Wali Kota dapat merekomendasikan hal ini," kata Haris Muda, Rabu 8 April 2026.
Haris menambahkan, dukungan dari anggota DPRK Subulussalam juga sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti ini. Menurutnya, lembaga legislatif harus mendorong percepatan bantuan agar pencarian bisa dilakukan setidaknya untuk beberapa hari ke depan.
Selain bantuan personel profesional, warga setempat juga meminta adanya penguatan fasilitas bagi relawan lokal. Salah satunya adalah pengadaan perahu karet bagi Tim Arung Jeram Sikelang yang memiliki spesialisasi dalam menaklukkan arus Sungai Lae Kombih.
Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga korban saat Dani Simanjuntak, adik korban, menyampaikan permohonannya. Ia merasa yakin bahwa jasad kakak dan iparnya tersebut masih terjebak di sekitar lokasi jatuhnya mobil di dasar sungai.
"Minta tolong kepada Basarnas Aceh, sekiranya menurunkan bantuan. Kami sangat meyakini bahwa korban saat ini masih berada di dalam air Sungai Lae Kombih," tutur Dani dengan nada lirih.
Pihak Basarnas Medan melalui Komandan Regu, Romy Erwin Putra, mengonfirmasi bahwa hingga masa tugas berakhir, deteksi terhadap keberadaan mobil maupun korban nihil. Tim di lapangan menghadapi tantangan berat berupa topografi sungai yang sangat dalam dan curam.
Selama tujuh hari operasi, tim telah mengerahkan unit drone untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau manusia. Penyisiran dilakukan mulai dari titik jatuh hingga ke hilir di Air Terjun Kedabuhen, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan benda logam maupun korban.
Terkait desakan perpanjangan waktu, Romy menjelaskan bahwa prosedur tersebut hanya bisa dilakukan jika ada permintaan resmi dari pemerintah daerah. Jika ada instruksi baru dari pusat atau permintaan daerah, tim siap untuk diterjunkan kembali ke lapangan.
Kini, nasib pencarian Rudi dan Risma bergantung pada surat rekomendasi dari Pemerintah Kota Subulussalam. Keluarga korban hanya bisa menunggu keajaiban dan kebijakan pemerintah agar pencarian tidak berhenti di hari ketujuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....