Petani di Subulussalam Kelola Lahan Semangka dengan TNI

  • 15 Feb 2026 21:26 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Warga Dusun Nangka, Desa Suka Makmur, mulai mengoptimalkan lahan pertanian mereka untuk budidaya semangka guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Upaya ini dilakukan melalui pengolahan lahan secara intensif agar tanah benar-benar siap ditanami bibit unggul. Aktivitas pertanian ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa, Sabtu 14 Februari 2026.

Proses penggemburan tanah dilakukan dengan menggunakan alat bajak untuk memastikan kualitas media tanam yang maksimal. Seorang petani setempat, Syahputra, terlihat antusias dalam mempersiapkan lahan miliknya yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama. Ia berfokus pada komoditas semangka karena dinilai memiliki nilai jual tinggi dan masa tunggu panen yang relatif cepat.

Kerja keras warga ini mendapat dukungan langsung dari personel TNI yang hadir untuk membantu tenaga di lapangan. Kehadiran aparat teritorial tersebut bertujuan untuk memotivasi warga agar lebih produktif dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong yang tersedia di desa. Sinergi ini menciptakan suasana kerja yang lebih bersemangat bagi para petani tradisional.

Sertu Rudianto, yang turun langsung mendampingi warga, menyatakan bahwa keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada keseriusan pengolahan sejak dini. Menurutnya, pendampingan kepada petani bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab untuk memastikan warga binaannya mampu mencapai kesejahteraan melalui hasil bumi.

“Jika lahan-lahan kosong bisa dimanfaatkan secara optimal, hasilnya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan perekonomian warga,” ujar Rudianto saat mengoperasikan alat bajak di lahan warga. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari inisiatif masyarakat di perdesaan.

Pihak TNI berkomitmen untuk terus mengawal proses pertanian ini hingga masa panen tiba. Pengawasan dan pendampingan dilakukan agar kendala yang dihadapi petani di lapangan, seperti masalah bibit atau teknis perawatan, dapat segera dicarikan solusinya secara bersama-sama. Hal ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung produktivitas rakyat.

Syahputra mengungkapkan bahwa dukungan fisik yang diberikan aparat di lapangan membuatnya lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Ia merasa keberadaan pihak luar yang peduli terhadap nasib petani kecil memberikan suntikan moral tersendiri bagi warga Dusun Nangka. Kerja kolektif ini diharapkan menjadi percontohan bagi dusun lainnya.

“Kami merasa lebih percaya diri karena Babinsa bukan hanya memberi arahan, tetapi turun tangan bersama kami,” ungkap Syahputra dengan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....