Minim Alat Pemipil Petani Penanggalan Terpaksa Jual Tengkulak

  • 14 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Ketiadaan infrastruktur pendukung berupa mesin pemipil jagung menjadi hambatan utama bagi petani di Desa Penanggalan. Kondisi ini membuat para petani kehilangan nilai tawar tinggi karena tidak mampu mengolah hasil panen secara mandiri.

Ketua BUMDes , Eko Waluyo, mengungkapkan bahwa sebenarnya permintaan pasar mengharuskan jagung dijual dalam kondisi sudah dipipil. Namun, keterbatasan alat pemrosesan membuat BUMDes dan petani setempat tidak memiliki banyak pilihan selain menjual hasil mentah.

Akibat kendala teknis tersebut, sebagian besar hasil panen terpaksa dilepas kepada pihak tengkulak. Hal ini dikarenakan hanya pihak tengkulak yang saat ini memiliki akses dan kepemilikan alat mesin pemipil jagung di wilayah tersebut.

Pihak pengelola BUMDes mengaku telah melakukan survei di tingkat kecamatan, namun belum menemukan bantuan atau penyedia alat tersebut. Kurangnya informasi mengenai akses mesin di area perkotaan juga memperpanjang kesulitan yang dihadapi para petani.

"Saya berharap dinas terkait mampu menyediakan alat pemipil jagung untuk mempermudah petani dan mendongkrak harga maksimal," kata Eko Waluyo, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurutnya, keberadaan teknologi tepat guna sangat krusial untuk menekan biaya operasional panen. Tanpa dukungan alat yang memadai, keuntungan yang didapat petani akan terus tergerus oleh biaya jasa pihak ketiga.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan konsolidasi dan berperan aktif dalam menyediakan bantuan alat pertanian. Intervensi dinas terkait dinilai menjadi kunci utama agar hasil keringat petani desa bisa dihargai dengan lebih layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....