Cegah Sawah Kekeringan Prajurit TNI Susuri Jalur Irigasi IRPOM
- 05 Apr 2026 15:31 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam : Sawah-sawah di Desa Cipar Pare, Kecamatan Sultan Daulat, kini menjadi perhatian serius aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas pangan. Di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu, aliran air yang lancar menjadi nyawa utama bagi keberlangsungan tanaman padi milik masyarakat setempat agar terhindar dari ancaman kekeringan, Minggu 5 April 2026.
Babinsa Koramil 04/Sultan Daulat, Serda Caryono, turun langsung menyusuri pematang sawah untuk melakukan pengecekan mendalam. Fokus utamanya adalah memastikan sistem Instalasi Pengelolaan Rawa dan Pemanfaatan Optimasi (IRPOM) bekerja maksimal mendistribusikan air ke lahan-lahan warga.
Sistem IRPOM merupakan teknologi irigasi modern yang diandalkan untuk menjawab persoalan ketersediaan air di sektor pertanian rawa. Melalui sistem ini, efisiensi penggunaan air dapat ditingkatkan secara signifikan, terutama saat memasuki musim tanam yang sangat membutuhkan pasokan stabil.
Pengawasan ini dilakukan guna mencegah adanya kendala teknis yang bisa menghambat produktivitas petani. Serda Caryono memeriksa setiap jengkal saluran guna mengantisipasi adanya penyumbatan sampah maupun kerusakan dinding irigasi yang berpotensi menyebabkan kebocoran air sebelum sampai ke petak sawah.
Langkah preventif ini diambil agar hasil panen masyarakat di wilayah Sultan Daulat tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya. Dengan distribusi air yang optimal, risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga kesejahteraan petani tetap terjamin.
Dalam aksi di lapangan tersebut, Babinsa tidak bergerak sendiri, melainkan bersinergi erat dengan kelompok tani setempat. Komunikasi dua arah dibangun untuk menyerap keluhan langsung dari para penggarap lahan mengenai kendala air yang mereka hadapi selama beberapa pekan terakhir.
Koordinasi cepat disiapkan jika ditemukan kerusakan sarana irigasi yang membutuhkan penanganan alat berat atau perbaikan permanen. Sinergi antara TNI dan petugas pertanian ini diharapkan mampu memberikan solusi instan bagi setiap persoalan yang muncul di area persawahan Cipar Pare.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Cipar Pare, Hasbi, mengakui bahwa keterlibatan aktif TNI di sektor pertanian memberikan dampak psikologis positif bagi para petani. Kehadiran personel militer di tengah sawah membuat petani merasa didampingi dalam memperjuangkan ketahanan pangan daerah.
“Kami memastikan aliran air dari IRPOM berjalan dengan baik agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung swasembada pangan,” ujar Serda Caryono saat memeriksa pintu air.
Melalui pengawasan rutin ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tani terus menguat. Harapan besarnya adalah Desa Cipar Pare mampu menjadi lumbung pangan yang mandiri dan tangguh, serta mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui hasil tani yang melimpah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....