MPTT-I Singkil Utara Gelar Pengajian Tauhid Tasawuf dan Dzikir Rateb Seribe
- 31 Jul 2026 12:15 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil– Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Singkil Utara kembali menggelar Pengajian Tauhid Tasawuf dan Dzikir Rateb Seribe (Lā ilāha illallāh) yang berlangsung di kediaman Agus Salim, Dusun II, Desa Ketapang Indah, Singkil Utara, Aceh Singkil, Kamis malam, 30 Juli 2026.
Kegiatan yang terbuka untuk umum itu, terlihat dihadiri jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
Pengajian dipimpin oleh Abi Khalidin, yang menyampaikan makalah Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi tentang pentingnya istiqamah dalam menjalankan syariat Islam sebagai jalan menuju kedekatan kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Abi Khalidin menjelaskan bahwa istiqamah adalah senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Dengan istiqamah, seorang hamba akan memperoleh cahaya dan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
"Syariat harus dijalankan secara terus-menerus. Dengan istiqamah dalam ibadah dan ketaatan, Allah akan memberikan cahaya-Nya kepada hamba yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya," jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa seseorang tidak akan mencapai derajat nafsu muthmainnah tanpa menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia, terutama sabar dan tawaduk.
Menurutnya, sabar bukan sekadar menerima cobaan, tetapi mampu menahan gejolak hati dan emosi yang tidak sesuai dengan tuntunan agama, sehingga seseorang mampu mengendalikan amarah dan menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada.
Sementara itu, tawaduk berarti menempatkan diri pada posisi yang rendah di hadapan Allah dan sesama manusia, menjauhkan diri dari sifat takabur yang meninggikan diri, sekaligus tidak merendahkan martabat diri sendiri. Abi Khalidin mengibaratkan hubungan antara sabar dan tawaduk seperti idgham mutaqaribain, yakni dua hal yang sangat berdekatan dan saling melengkapi.
Beliau juga mengingatkan bahwa Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang tawaduk serta menjanjikan pahala yang tidak terhingga bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
Dalam pembahasan berikutnya, Abi Khalidin menegaskan bahwa jalan paling mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan memperbanyak zikir. Tingkatan paling dasar dari zikir adalah dzikir ma'al yaqzah, yaitu ketika lidah mengucapkan Lā ilāha illallāh sementara hati benar-benar menyadari bahwa hanya Allah tempat bergantung, tempat berserah diri, dan satu-satunya tujuan hidup.
"Jangan hanya lidah yang berzikir, tetapi hati juga harus hadir mengingat bahwa hanya Allah tempat kita berharap dan memohon pertolongan," pesannya.
Menjelang penutupan, beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus menghidupkan zikir dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dengan memperbanyak zikir kepada Allah, diri, keluarga, anak-anak, serta usaha yang dijalani akan senantiasa memperoleh perlindungan dari berbagai bala dan musibah, terlebih pada bulan Safar yang menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan mempercayai berbagai anggapan yang tidak berdasar.
Kegiatan ditutup dengan Dzikir Rateb Seribe (Lā ilāha illallāh) yang dipimpin bersama-sama, kemudian dilanjutkan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberi keistiqamahan dalam beribadah, keberkahan hidup, serta perlindungan Allah SWT dalam setiap keadaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....