Mahasiswa Soroti Bangunan Mangkrak Pelabuhan CPO Singkil
- 21 Sep 2026 07:04 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Singkil - Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, menyoroti proyek Pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) di Desa Pulau, Sarok, Singkil, Aceh Singkil.
Selain nilai pembangunan sekitar yang dianggarkan fantastis mencapai sebesar Rp24 miliar, para Mahasiswa ini mempertanyakan efektivitas dan manfaat pembangunan tersebut hingga saat ini realitas di lapangan dinilai masih sangat memprihatinkan.
Padahal bangunan itu, sebelumnya diharapkan menjadi infrastruktur produktif. Namun saat ini mereka menganggap pembangunan tercatat terbengkalai, mangkrak, dan tidak memberikan manfaat optimal. Serta pada akhirnya hanya menjadi monumen bisu dari penggunaan anggaran publik.
"Kami menilai kondisi pembangunan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pertanggungjawaban penggunaan keuangan negara,"sebut salah seorang perwakilan Mahasiswa di Aceh Singkil, Syahrul Amri, Sabtu, 19 September 2026.
Sebab terang Syahrul, sebelumnya keberadaan bangunan di lapangan, proyek dengan anggaran yang sangat fantastis itu justru memberikan hasil yang sangat miris.
"Bangunan terbengkalai, mangkrak, tidak berguna dan menjadi monumen bisu, terkesan hanya untuk menghambur - hamburksn uang rakyat,"tambah Syahrul.
Oleh sebab itu, karena dinilai proyek tersebut berpotensi merugikan Keuangan negara. Serta diduga kegiatan tersebut tidak memperoleh manfaat sebagaimana mestinya bagi masyarakat. Syahrul mengharapkan adanya atensi besar dari pihak - pihak terkait untuk mengusut dan menindak kegiatan tersebut.
Disisi lain Syahrul juga sempat menyentil soal transparansi kegiatan program dan pembangunan yang sedang berjalan di Aceh Singkil.
Diantaranya, transparansi mengenai program dan Progres Sekolah Rakyat. Kemudian informasi terbaru soal kepastian realisasi Jaminan Hidup (Jadup) untuk korban terdampak banjir, dan beberapa kebijakan Pemerintah Daerah Aceh Singkil yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Sebelumnya kritikan dan sorotan tersebut, terang Syahrul sudah juga disampaikan langsung kepada Pemerintah Daerah melalui unjuk rasa yang mereka gelar pada Selasa, 15 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....