Predikat Sangat Layak, Subulussalam Terpilih Jadi 11 Lokasi Pembangunan SNT
- 18 Mei 2026 19:22 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Kota Subulussalam bersiap mencetak sejarah baru di bidang tata kelola pendidikan. Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dipastikan segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, guna membuka akses pendidikan bermutu dan gratis yang tidak hanya menyasar anak-anak Subulussalam, tetapi juga merangkul pelajar dari wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Singkil, Senin 18 Mei 2026.
Pemilihan Desa Lae Saga sebagai pusat pembangunan SNT didasarkan pada pertimbangan geografis yang dinilai sangat strategis. Lokasi ini berada di wilayah penyangga yang berdekatan langsung dengan kawasan perkebunan di Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, sehingga memudahkan jangkauan mobilitas siswa antar-kabupaten.
“Anak-anak Aceh Singkil boleh sekolah di SNT. Nanti dari Singkohor dan Kota Baharu akan dijemput,” ujar Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid, yang akrab disapa Haji Rasyid Bancin (HRB).
Konsep SNT sendiri merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK di dalam satu kawasan yang sama. Sistem satu atap ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran berkelanjutan, inklusif, modern, serta bebas dari segala bentuk pungutan demi mewujudkan pemerataan mutu pendidikan di daerah.
Keberhasilan membawa proyek strategis nasional ini ke bumi Syekh Hamzah Fansuri merupakan buah dari kegigihan lobi maraton yang dilakukan kepala daerah ke pemerintah pusat. Saat ini, kepastian dimulainya pengerjaan fisik di lapangan tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan dari kementerian terkait.
Dalam proses verifikasi lapangan yang dilakukan tim pusat, Kota Subulussalam mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih skor 4,5 dari nilai tertinggi 5. Skor impresif tersebut menempatkan Subulussalam sebagai satu-satunya daerah dengan kategori sangat layak, hingga sukses terpilih menjadi satu dari 11 lokasi pembangunan SNT di Indonesia pada tahun ini.
Kepastian hukum dan teknis tersebut diperoleh setelah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyatakan seluruh dokumen usulan pembangunan SNT di Kota Subulussalam telah lengkap dan memenuhi syarat baku kementerian.
Legalitas ini ditegaskan dalam rapat kerja bersama yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Subulussalam dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Syafran. Pertemuan berkala di Jakarta tersebut mengonfirmasi hasil akhir setelah dilakukannya proses verifikasi dan validasi dokumen usulan lahan di Desa Lae Saga.
“Alhamdulillah, Pak Dirjen menegaskan dokumen pembangunan SNT di Kota Subulussalam telah lengkap dan memenuhi syarat. Secara lisan sudah disampaikan, tinggal menunggu SK dari kementerian,” kata HRB saat dikonfirmasi mengenai perkembangan proyek tersebut.
Sebelum dokumen diserahkan, tim teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah lebih dulu turun langsung melakukan peninjauan kondisi fisik lahan SNT di Desa Lae Saga. Usai mendampingi tim kementerian di lapangan, Wali Kota bersama Kepala BPMP Aceh langsung bertolak ke Jakarta untuk mengawal penyerahan berkas akhir.
Pemerintah Kota Subulussalam telah menghibahkan dan menyiapkan lahan siap bangun seluas 21 hektare untuk memfasilitasi seluruh kompleks sekolahan. Pembangunan fisik direncanakan mulai berjalan tahun ini, dengan estimasi alokasi anggaran pusat yang nilainya diklaim jauh lebih besar daripada program pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini sedang berjalan.
HRB menegaskan komitmen tinggi terhadap masa depan dunia pendidikan merupakan visi utama kepemimpinannya, yang selaras dengan latar belakang pribadinya sebagai seorang pendidik. Langkah progresif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung secara penuh implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor peningkatan sumber daya manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....