Genjot Infrastruktur Desa, Kodim Subulussalam Bangun Jembatan Aramco

  • 29 Mei 2026 22:23 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam — Personel Kodim 0118/Subulussalam bersama warga Desa Mukti Makmur terus memacu penyelesaian pembangunan Jembatan Aramco di Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat 29 Mei 2026. Proyek infrastruktur ini dikebut guna mempercepat pemulihan dan kelancaran akses transportasi darat bagi masyarakat setempat.

Kondisi cuaca yang terik di lokasi tidak menghentikan aktivitas pekerjaan di lapangan. Para prajurit TNI dan penumpukan material jembatan terus berjalan secara simultan untuk memastikan target waktu penyelesaian pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal yang direncanakan.

Pembangunan jembatan penghubung ini difokuskan untuk memperbarui sarana infrastruktur di wilayah pedesaan yang selama ini membutuhkan akses lebih layak. Konstruksi Aramco dipilih karena dinilai efektif dan efisien untuk karakteristik wilayah sungai kecil atau saluran air di kawasan tersebut.

Danramil 01/Simpang Kiri, Kapten Inf Kamaruddin, menjelaskan bahwa keberadaan jembatan baru ini dirancang untuk menjawab keluhan mobilitas warga yang selama ini terhambat. Pihaknya memprioritaskan titik perkampungan yang memiliki mobilitas harian tinggi agar dampaknya langsung terasa.

"Pembangunan Jembatan Aramco ini diharapkan dapat membantu memperlancar aktivitas masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Kamaruddin.

Di lokasi proyek, mekanisme kerja dibagi ke dalam beberapa tim teknis yang melibatkan warga desa secara langsung. Pola kemitraan ini sengaja diterapkan untuk mempercepat pengerjaan struktur pondasi dan bantalan jembatan agar struktur bangunan lebih kokoh.

Prioritas utama dari rampungnya jembatan ini adalah untuk memfasilitasi kendaraan angkutan hasil pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan Simpang Kiri. Selama ini, keterbatasan infrastruktur penyeberangan kerap memicu tingginya biaya logistik dan memperlambat distribusi komoditas keluar desa.

Warga Desa Mukti Makmur menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek fisik ini. Akses penyeberangan yang lebih aman dan permanen dinilai mendesak untuk mendukung aktivitas harian, terutama bagi anak-anak sekolah dan para petani yang membawa hasil panen ke pusat kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....