Konektivitas Terbuka, Pengecoran Jembatan di Subulussalam Dikebut
- 19 Jun 2026 20:10 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Upaya pembukaan isolasi geografis dan peningkatan konektivitas antarwilayah di Kota Subulussalam terus dikebut. Saat ini, proyek pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang terletak di Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, telah memasuki fase krusial berupa pengecoran pondasi utama jembatan.
Infrastruktur penghubung ini diproyeksikan menjadi jalur transportasi vital bagi mobilitas warga setempat. Keberadaan jembatan tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi hambatan akses transportasi yang selama ini membatasi ruang gerak ekonomi masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengintegrasikan kekuatan teknis keprajuritan dan swadaya masyarakat. Personel dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0118/Subulussalam diterjunkan langsung ke lapangan guna memimpin percepatan pengerjaan fisik struktur bawah jembatan.
Fokus utama pengerjaan saat ini bertumpu pada ketahanan fisik bangunan. Mengingat jembatan ini akan dilalui oleh kendaraan angkutan logistik dan hasil pertanian, standarisasi material dan ketelitian pencampuran bahan cor menjadi prioritas utama tim di lapangan.
Salah satu personel Kodim 0118/Subulussalam yang mengawal langsung proyek tersebut, Sertu Tukadi, menjelaskan bahwa intervensi pembangunan ini didasari oleh kebutuhan riil warga akan sarana transportasi yang representatif dan aman.
"Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang layak dan aman," ujar Sertu Tukadi di lokasi proyek, Jumat 19 Juni 2026.
Sertu Tukadi menambahkan, akselerasi pengerjaan tetap mengedepankan kualitas proteksi jembatan agar tidak rentan terhadap gerusan air atau beban berat. Target utamanya adalah melahirkan infrastruktur yang memiliki usia pakai panjang.
"Kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi motivasi untuk terus bekerja demi terwujudnya jembatan yang nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," lanjutnya.
Secara teknis, pembukaan akses melalui Jembatan Perintis Garuda ini diprediksi akan memangkas waktu tempuh distribusi hasil bumi dari kawasan perdesaan menuju pusat pasar di Kecamatan Simpang Kiri. Selama ini, kendala infrastruktur jalan dan jembatan kerap memicu biaya logistik yang tinggi bagi petani.
Respon positif juga datang dari penuturan warga Desa Pasar Panjang yang menempatkan jembatan ini sebagai prioritas pembangunan yang mendesak. Kehadiran personel militer dinilai mempercepat realisasi proyek yang jika mengandalkan skema reguler berpotensi memakan waktu lebih lama.
Dengan rampungnya tahapan pengecoran pondasi ini, cetak biru pembangunan Jembatan Perintis Garuda kini tinggal menyisakan pengerjaan bentang atas. Jembatan ini diharapkan dapat segera dioperasikan penuh guna menstimulus pertumbuhan ekonomi sekunder di wilayah sub-distrik Simpang Kiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....