Warga Kelurahan Poboya Tidak Terprovokasi Dengan Aktor Intelektual

  • 27 Okt 2022 16:15 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu : Bentrok antara warga dengan pihak aparat kepolisian kembali terjadi di lokasi tambang emas kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu Rabu (26/10/2022) sore menjelang magrib sekitar pukul 18.00 Wita. Kronologis terjadinya peristiwa tersebut polisi ingin membuka akses jalan umum menuju tambang yang ditutup warga. Kapolresta Palu Kombes Polisi Balriansyah, SIK MH dikonfirmasi RRI mengatakan, aksi blockade jalan berkaitan dengan tuntutan warga agar libatkan dalam pengelolaan tambang wilayah itu.

“Mereka menuntut sebenarnya permasalahan yang sudah berlarut-larut, saya sampaikan bahwa permasalahan ini sudah ditangani oleh pemerintah provinsi dalam hal ini keputusan berada ditangan pemerintah pusat, namun mereka bersikeras sehingga kami melakukan upaya pembubaran. Dalam pembubaran ini aparat kepolisian dilempar dengan batu dan bom molotop,” kata Kapolresta Palu Kombes Pol Balriansyah, Kamis (27/10/2022).

Kapolresta Palu Kombes Balriansyah menghimbau kepada masyarakat Kota Palu khususnya warga kelurahan Poboya agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak benar. Menurutnya, pemerintah Provinsi dan Kota Palu serta pihak terkait masih berupaya mencari jalan keluar agar tuntutan warga dapat diakomodir.

“Saya selaku Kapolresta Palu minta kepada seluruh masyarakat Kota Palu khussunya warga kelurahan Poboya agar tidak mudah terpengaruh mengikuti arahan dari aktor-aktor intelektual ini, karena semua ini sedang berproses,” jelasnya.

Kondisi keamanan saat ini dilokasi pasca bentrok sudah kondusif, namun pihaknya masih menyiagakan personil untuk melakukan antisipasi serta terus berkomunikasi dengan semua pihak agar dicapai jalan keluar berkaitan tuntutan warga kelurahan Poboya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....