Dibalik Kondisi Sulit Akibat Covid-19, Gubernur Koster Dinilai Sukses Membangun Bali

  • 29 Sep 2022 21:47 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Senang atau tidak senang, Gubernur Bali Wayan Koster bersama wakilnya Cok Ace, sukses membangun sejumlah program untuk kesejahteraan masyarakat Bali selama empat tahun pemerintahannya.

Hal itu diungkapkan dua praktisi Pariwisata Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya SE,MBA dan Dr. Gusti Kade Sutawa ketika ditanya pers Kamis (29/9/2022).

“Bayangkan di tengah kondisi sulit melanda dunia, pariwisata Bali anjlok selama dua tahun lebih. Semua industri pariwisata bangkrut, Gubernur Koster berhasil merancang dan membangun sejumlah proyek monumental yang membanggakan. Hal itu belum tentu dapat dilaksanakan pihak lain, kalau tidak memiliki komitmen dan lobi yang kuat ke pusat,” kata Gung Rai dan Gus De.

Sebagai contoh baik Gung Rai maupun Gus De, panggilan kedua tokoh pariwisata itu menjelaskan, Gubernur Koster dapat menata Pura Besakih, mulai membangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, menyelesaikan pelabuhan segitiga emas Sanur-Nusa Penida dan Ceningan.

Selain itu Pemprov Bali bersama DPRD juga menyelesaikan 40 Perda serta Pergub yuang mengatur tata titi kehidupan krama Bali dari segi hukum. Sejak zaman Gubernur Koster Desa Adat mendapat perhatian yang luar biasa, sehingga sejajar dengan Desa Dinas. Dibentuk OPD khusus yang dapat menangani Desa adat sebagai benteng adat, budaya dan agama Hindu – yang selama ini menjadi tulang punggung pariwisata Bali.

Kedua praktisi pariwisata ini juga membanggakan kinerja Gubernur Koster yang mampu meyakinkan pemerintah pusat untuk membenahi pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan intrernasional. Menjelang G-20 Bandara Ngurah Rai juga ditata lebih baik.

“ Kini sejumlah proyek pembangunan itu ditata dengan memperhatikan kearifan lokal melalui tangan-tangan arsitek Bali sendiri dari Universitas Udayana,” kata Gung Rai.

Di bidang lain, jalan Tol Gilimanuk Mengwi, mulai dikerjakan dan diharapkan selesai tahun 2025. Short cut menuju Singaraja juga dituntaskan sehingga kelak ketimpangan pembangunan Bali Utara dan Selatan tidak terjadi lagi.

Selain itu Koster juga membangun Tower modern Turyapada di Pegayaman Buleleng yang membantu masyarakat Bali Utara, Jembrana dan Bangli dapat menonton televisi gratis melalui antena biasa.

Gung Rai yang juga Ketua PHRI Badung serta Gus De yang mengkoordinasikan sejumlah Manajemen Hotel di Bali melalui sebuah asosiasi menjelaskan, berharap regulasi mengenai distribusi turis yang datang ke Bali segera dapat dilaksanakan. Dengan dana itu, Bali akan dapat mempertahankan adat, budaya dan agamanya secara maksimal. Sekaligus menjaga manusia, alam dan budaya Bali di masa depan, sebagai implementasi dari visi Gubernur: “Nangun sat Kerthi Loka Bali”.

Kedua tokoh pariwisata Bali ini juga memberi acungan jempol kepemimpinan Gubernur Bali selama empat tahun ini, sebab di bidang ekonomi mereka dapat memberikan perhatian kepada pengerajin, UKM dan usaha kecil. Masyarakat wajib menggunakan busana Bali setiap hari tertentu dan melakukan pameran secara rutin di Art Center Denpasar, sehingga pengerajin dapat mamamerkan kerajinan secara gratis.

Selain memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wayan Koster selama 4 tahun ini, baik Gung Rai dan Gus De, juga berharap aparat pemerintah bekerja lebih keras, tekun, jujur dan lascarya. Pasalnya masalah pendidikan, olahraga, kesehatan, pertanian, pengangguran termasuk soal kemiskinan masih perlu mendapat perhatian yang lebih baik di masa mendatang. (*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....