Oleh-Oleh Bertuliskan Ciri Khas Jogja Diburu Wisatawan di Pasar Beringharjo
- 09 Jul 2026 13:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sejumlah wisatawan memburu oleh-oleh bertuliskan identitas khas Yogyakarta saat berbelanja di Pasar Beringharjo. Produk dengan tulisan seperti "I Love Jogja" dinilai memiliki makna lebih dibandingkan oleh-oleh biasa karena menjadi bukti kunjungan sekaligus kenang-kenangan yang dibawa pulang ke daerah asal.
Pasar Beringharjo menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk berburu suvenir khas Yogyakarta. Beragam produk seperti aksesoris, dompet kain, sandal, hingga kerajinan tangan menjadi incaran pengunjung yang ingin membawa pulang simbol kota pelajar tersebut.
Dua wisatawan, Naila asal Pekalongan dan Kia dari Bengkulu, terlihat memilih aksesoris dan dompet kain di salah satu lapak pedagang. Keduanya mengaku cukup sering mengunjungi pasar tersebut karena sedang menjalani program magang di Yogyakarta.
Menurut Kia, produk yang memiliki identitas khas Yogyakarta memiliki nilai emosional tersendiri bagi pembeli.
"Kalau ada tulisan seperti 'I Love Jogja', kemungkinan kami akan membelinya sebagai tanda bahwa kami pernah tinggal atau berasal dari Jogja selama di sini," ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Di sisi lain, pedagang lokal turut merasakan dampak positif dari kebiasaan wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah. Kosmariani (67), pedagang sandal dan aksesoris fashion khas Yogyakarta, mengaku telah puluhan tahun berjualan di Pasar Beringharjo.
Ia mengatakan sebagian besar pembelinya merupakan wisatawan yang datang untuk mencari buah tangan, bukan warga lokal.
"Pembelinya banyak dari wisatawan. Biasanya mereka membeli untuk oleh-oleh," kata Kosmariani.
Kosmariani menjual sandal anak-anak seharga Rp15.000 dan sandal dewasa Rp20.000, sementara produk berbahan kulit dipasarkan hingga Rp75.000 per pasang. Menurut Naila dan Kia, harga tersebut sebanding dengan kualitas produk yang diperoleh meskipun daya tahannya tidak selalu setara dengan produk bermerek.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran cara wisatawan memaknai aktivitas belanja di pasar tradisional. Bagi sebagian pengunjung, oleh-oleh tidak lagi sekadar barang yang dibeli, melainkan simbol identitas, pengalaman, dan cerita perjalanan yang akan dibawa pulang ke daerah asal masing-masing. (Hendra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....